Langsung ke konten utama

RESEP FUDGY BROWNIES DAPUR H2

Coklat, siapa disini yang suka coklat? MamaWie sama H2 penggemar coklat, bahkan kalau ada coklat langsung habis dalam sekejap. Hehehe. Selain coklat kami juga hobi ngemil tapi yah gitu deh suka nya cemilan yang manis. Jadi kalau ada teman yang jualan coklat, donut, brownies dan lainnya yang berhubungan dengan coklat pasti kita beli buat teman cemilan di rumah. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, seperti pribahasa itu yang menggambarkan keluarga kami. Mama nya suka makan, ngemil begitupun dengan anaknya yang mempunyai kebiasaan sama.

Sebelum pandemi menyerang bisa setiap hari aku selalu pesan makanan/cemilan lewat online. Sehari minimal 50-100 ribu habis hanya untuk beli cemilan, belum lagi beli makanan berat karena memang aku malas masak. Yah aku pikir kita hanya ber4 di rumah jadi masak pun selalu tidak habis dan itu salah satu alasan aku malas masak, memilih beli lauk jadi.

Tapi ternyata pandemi mengubah semuanya, mengubah seorang Sadewi Handayani yang awalnya malas/tidak bisa masak menjadi seorang perempuan yang sekarang rajin masak bahkan masakan nya bisa dinikmati banyak orang untuk sarapan. Yes dengan modal bismillah, nekat dan di dukung oleh orang terdekat pada bulan Agustus 2021 aku memutuskan untuk berjualan nasi uduk dan aneka kue disini.

Berawal dari suka jajan, ngemil dan makan MamaWie beranikan diri menawarkan makanan favorit ke teman-teman dan tetangga terdekat, Alhamdulillah responnya luar biasa malah ada yang langsung pesan minta dibuatkan. Bismillah akhirnya jadilah Fudgy Brownies ala MamaWie yang terbuat dari bahan-bahan premium, butternya MamaWie pake Wisjman dijamin rasanya bikin ketagihan, tapi bisa juga kalau yang mau terjangkau pakai anchor, blue band atau corman tergantung selera atau permintaan konsumen.

Fudgy Brownies Dapur H2 dengan topping almond, keju, oreo dan milo cup

Nah disini MamaWie mau kasih resep Fudgy Brownies yang biasa MamaWie pake, siapa tau bermanfaat dan kalian bisa bikin sendiri di rumah buat cemilan bersama anak-anak.


Fudgy Brownies ala MamaWie

Bahan-Bahan nya :

  • 140 gram gula pasir
  • 2 butir telur ukuran sedang
  • 160 gram DCC (me: collate)
  • 70 gram butter (me: wisjman)
  • 20 ml minyak goreng kualitas bagus
  • 100 gram terigu protein sedang
  • 20 gram coklat bubuk (me: bensdorp)
  • Almond, Keju, Milo Cup untuk topping

Cara Membuatnya :

  1. Panaskan oven suhu 200 derajat api bawah dan atas
  2. Campur terigu dan coklat bubuk, lalu ayak dan sisihkan
  3. Kocok gula dan telur dalam bowl dengan menggunakan whisker sampai gula benar-benar larut, sisihkan
  4. Lelehkan DCC, butter dan minyak goreng dengan cara ditim, biarkan sampai hangat
  5. Setelah lelehan coklat hangat-hangat kuku, masukkan ke dalam kocokan telur dan gula tadi. Aduk menggunakan whisker sampai tercampur rata. Sampai terlihat licin dan mengkilap
  6. Masukkan terigu + coklat bubuk yang sudah diayak, aduk menggunakan whisker sampai tercampur rata
  7. Lalu tuang ke dalam Loyang, ratakan
  8. Dan beri topping sesuai selera, MamaWie biasanya pakai almond, keju dan milo cup
  9. Turunkan suhu oven menjadi 150 derajat, panggang brownies sampai matang, waktunya tergantung oven masing-masing, kalau MamaWie sih sekitar 30 menit.
    Fudgy Brownies Dapur H2 sudah matang

Mudah bukan buat Fudgy Brownies sendiri di rumah? Yuk cobain buat apalagi buat nya dengan melibatkan anak-anak pasti makin seru walaupun berantakan. MamaWie aja biasanya Haidar dan Haira bantuin ngaduk-ngaduk adonan dan bahkan sampe cicipin coklat leleh nya, seru walaupun berantakan. Kalau kita buat sendiri di rumah bisa kita sesuai kan dengan selera kita, pastinya lebih murah dan sehat karena bahan-bahan nya kita bisa pilih langsung mau yang premium atau biasa saja.

Bisa juga Fudgy Brownies ini jadi ide buat jualan kayak MamaWie sekarang, tinggal sesuaikan saja dengan permintaan konsumen. Biasanya MamaWie jual Fudgy Brownies premium pakai wisjman dengan harga 100.000 ukuran Loyang 10X30 atau Loyang 20X20, Loyang nya sendiri bisa yang biasa atau bisa juga yang sekat tergantung permintaan.

Alhamdulillah dengan kemauan yang tinggi, yang tadinya hobi jajan buat ngemil sekarang bisa jualan makanan kesukaan. Jadi sekarang sambil ngemil bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah buat ditabung. MamaWie sih berharap ke depan nya Fudgy Brownies dan Nasi Uduk Betawi Dapur H2 bisa makin dikenal dan banyak pesanan sehingga bisa mengajak masyarakat sekitar untuk membuatnya. Aamiin. Yuk buat kalian yang hobi makan, masak dan lainnya kalau mau memulai usaha disegerakan karena kalau hanya niat kita tidak akan sukses. Bismillah, tekun dan ulet kunci usaha agar bisa maju, karena kegagalan adalah sukses yang tertunda jadi jangan takut gagal kalau ingin usaha, dimulai saja dulu dari diri sendiri dan dari sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FINEXPO BIK 2021 PRUDENTIAL INDONESIA

Setuju kah kalau MamaWie bilang ibu itu menteri keuangan dalam keluarga? Bagaimana tidak karena seorang ibu bisa mengatur keuangan keluarga dalam satu bulan, mulai dari memilah mana kebutuhan utama mana kebutuhan sekunder. Maka dari itu penting nya para ibu belajar cara tepat mengelola keuangan yang baik dalam keluarga. MamaWie sendiri berasa belum menjadi menteri keuangan yang baik untuk keluarga karena masih suka membeli sesuatu yang belum menjadi kebutuhan, belum punya tabungan, belum punya dana darurat dan bahkan yang tidak kalah penting MamaWie belum memiliki asuransi kesehatan untuk keluarga. Saat ini kami masih mengandalkan BPJS Kesehatan, mengapa? Karena kami masih belum bisa memilih asuransi kesehatan apa yang tepat untuk keluarga kami. Abank Haidar ketika operasi cabut pen Padahal MamaWie sendiri menyadari bahwa asuransi kesehatan sangat penting apalagi ketika ada keluarga yang sakit dan membutuhkan penanganan medis secara cepat dan tepat. Karena kalau menggunakan BPJS Kese

RE-RICE MEMBUAT BERAS HIDUP DAN SEHAT

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Hampir sebagian besar orang Indonesia mengkonsumsi nasi. Bahkan banyak orang yang beranggapan kalau belum makan nasi perut belum kenyang padahal itu hanya sugesti kita aja kali yah. Nasi berawal dari beras dan beras yang baik akan menghasilkan nasi yang baik pula untuk kesehatan tubuh kita. Karena kesehatan di awali dengan apa yang kita konsumsi. Belakangan ini marak sekali beras yang tidak baik di jual di pasaran. Mulai dari beras yang pakai pemutih dan bahan berbahaya lain nya. Harga beras akhir-akhir ini sangat tinggi sehingga membuat para produsen mengakali nya dengan mencampur bahan berbahaya agar tetap mendapatkan untung yang besar tanpa memikirkan kesehatan para konsumen nya. Sebagai ibu peran kita sangat penting untuk menjaga kesehatan keluarga kita karena kita yang biasa membeli dan memilih beras serta makanan lain nya untuk keluarga kita. Beras digiling dengan Re-Rice dan Beras yang kita bawa dari rumah Sebagai ibu kita

KESALAHAN AKU DI MASA LALU

Malam ini aku lagi tidak bisa tidur. Tidak tau kenapa hati dan pikiran tuh lagi kepikiran tentang masa lalu. Masa lalu dimana aku pernah kehilangan malaikat kecilku. Awalnya aku seorang wanita karier tapi semua itu aku lepas demi si kecil. Pengalaman adalah guru yang paling berharga, mungkin kata-kata itu tepat buat aku. Setelah kehilangan anak pertama aku M. Rafa Ramadhan aku lebih award kepada diri aku sendiri dan keluarga. Sebagai seorang wanita aku sangat bersyukur karena tidak lama setelah menikah aku langsung di berikan kepercayaan untuk menjadi ibu. Walaupun itu tidak lama, aku hanya diberikan waktu 10hari untuk mengurus Rafa karena pemilik Rafa lebih sayang kepadanya jadi Rafa di panggil lagi oleh sang khalik. Di saat hamil Rafa Semua itu mungkin karena kesalahan aku dan keegoisan aku. Selama hamil Rafa aku terlalu sibuk dan cuek. Padahal dari awal kehamilan aku sudah diberikan tanda-tanda tapi aku kok yah cuek aja. Misalnya dari awal hamil Rafa aku selalu ngeflek dan