Langsung ke konten utama

PENYEMPURNAAN RUJUKAN ONLINE, BPJS KESEHATAN PERPANJANG MASA UJICOBA


Sebagian peserta JKN-KIS yang sering ke rumah sakit pasti sudah tahu kalau BPJS Kesehatan ini memperbaiki system nya dengan mencoba rujukan online. Seperti yang sudah aku bahas di Rujukan OnlineFase ke-1 dan Rujukan Online Fase ke-2.

Setelah memasuki rujukan online fase ke-2 kemarin tepatnya tanggal 02 Oktober 2018 BPJS Kesehatan mengundang blogger dan media untuk menyampaikan kelanjutan rujukan online ini yang harusnya sudah memasuki fase ke-3 ini.

BPJS Kesehatan sendiri ternyata memperpanjang masa ujicoba rujukan online sampai tanggal 15 Oktober 2018 mendatang. Perpanjangan masa ujicoba ini bertujuan untuk menyempurnakan implementasi sistem rujukan berbasis digital tersebut di fasilitas kesehatan agar manfaatnya lebih dirasakan oleh peserta itu sendiri.

Sistem rujukan online sendiri diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kepastian layanan kesehatan bagi peserta yang memerlukan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) serta mengurangi antrian di rumah sakit. Karena dengan rujukan online kita bisa datang sesuai jam yang tertera di surat rujukan online.

Menurut Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaefudin, “Dari evaluasi yang kami lakukan, sepanjang fase ujicoba penerapan rujukan online ini, masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, antara lain penetapan mapping fasilitas kesehatan, kesesuaian data kapasitas yang diisi oleh rumah sakit, dan proses sosialisasi yang masih perlu terus dioptimalkan, baik kepada stakeholder maupun kepada peserta JKN_KIS.”

Adanya anggapan bahwa dengan rujukan online berdampak pada berkurangnya jumlah rujukan ke rumah sakit kelas B maupun kelas A secara signifikan itu kurang tepat karena sebenarnya memang ada pergeseran distribusi pelayanan antar kelas rumah sakit, namun jumlahnya tidak terlalu besar hanya sekitar 3-4% saja.

Bahkan sistem rujukan online juga tidak menutup kesempatan bagi mereka peserta JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit tujuan rujukan kelas B dan kelas A, selama itu sesuai dengan kebutuhan medisnya. Misalnya saja pada pasien dengan kondisi-kondisi khusus seperti gagal ginjal (hemodialisa), hemofilia, thalassemia, kemoterapi, radioterapi, jiwa, kusta, TB-MDR, dan HIV-ODHA dapat langsung mengunjungi rumah sakit kelas manapun berdasarkan riwayat pelayanan sebelumnya selama ini.

“Hal lain yang kami jaga dalam implementasi system rujukan online ini adalah bagaimana memastikan peserta JKN-KIS dapat tetap dilayani dengan baik sesuai dengan kebutuhan medisnya, sehingga tidak mengurangi mutu pelayanan yang diberikan,” tegas Budi.

Sistem rujukan online ini bisa diterima oleh masyarakat dan berjalan sesuai harapan maka BPJS Kesehatan terus mengintensifkan sosialisasi melalui berbagai kenal informasi dan juga berupaya meningkatkan pemahaman  baik kepada stakeholder, peserta JKN-KIS dan fasilitas kesehatan mitra. Karena apabila peserta sudah mengerti dan menjalani rujukan online ini akan sangat memudahkan dan membantu semua pihak mulai dari peserta sampai dengan fasilitas kesehatan.

Untuk data sendiri sampai dengan 28 September 2018 terdapat 202.329.745 jiwa penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS termasuk aku dan keluarga besar. Bahkan untuk memberikan pelayanan terhadap peserta itu sendiri, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 22.634 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.441 rumah sakit (termasuk di dalamnya klinik utama), 1.551 apotek, dan 1.093 optik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RE-RICE MEMBUAT BERAS HIDUP DAN SEHAT

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Hampir sebagian besar orang Indonesia mengkonsumsi nasi. Bahkan banyak orang yang beranggapan kalau belum makan nasi perut belum kenyang padahal itu hanya sugesti kita aja kali yah. Nasi berawal dari beras dan beras yang baik akan menghasilkan nasi yang baik pula untuk kesehatan tubuh kita. Karena kesehatan di awali dengan apa yang kita konsumsi. Belakangan ini marak sekali beras yang tidak baik di jual di pasaran. Mulai dari beras yang pakai pemutih dan bahan berbahaya lain nya. Harga beras akhir-akhir ini sangat tinggi sehingga membuat para produsen mengakali nya dengan mencampur bahan berbahaya agar tetap mendapatkan untung yang besar tanpa memikirkan kesehatan para konsumen nya. Sebagai ibu peran kita sangat penting untuk menjaga kesehatan keluarga kita karena kita yang biasa membeli dan memilih beras serta makanan lain nya untuk keluarga kita. Beras digiling dengan Re-Rice dan Beras yang kita bawa dari rumah Sebagai ibu kita

KESALAHAN AKU DI MASA LALU

Malam ini aku lagi tidak bisa tidur. Tidak tau kenapa hati dan pikiran tuh lagi kepikiran tentang masa lalu. Masa lalu dimana aku pernah kehilangan malaikat kecilku. Awalnya aku seorang wanita karier tapi semua itu aku lepas demi si kecil. Pengalaman adalah guru yang paling berharga, mungkin kata-kata itu tepat buat aku. Setelah kehilangan anak pertama aku M. Rafa Ramadhan aku lebih award kepada diri aku sendiri dan keluarga. Sebagai seorang wanita aku sangat bersyukur karena tidak lama setelah menikah aku langsung di berikan kepercayaan untuk menjadi ibu. Walaupun itu tidak lama, aku hanya diberikan waktu 10hari untuk mengurus Rafa karena pemilik Rafa lebih sayang kepadanya jadi Rafa di panggil lagi oleh sang khalik. Di saat hamil Rafa Semua itu mungkin karena kesalahan aku dan keegoisan aku. Selama hamil Rafa aku terlalu sibuk dan cuek. Padahal dari awal kehamilan aku sudah diberikan tanda-tanda tapi aku kok yah cuek aja. Misalnya dari awal hamil Rafa aku selalu ngeflek dan

MEWUJUDKAN RESOLUSI DI TAHUN 2018 DENGAN OBIDA

Hari-hari berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah memasuki penghujung bulan januari tahun 2018 ini. Perasaan baru kemarin saya menjadi seorang ibu, sekarang usia si kecil sudah memasuki 5tahun yang sebentar lagi akan memasuki dunia sekolah. Bersama suami dan si kecil Menjadi seorang istri dan ibu pasti sangat membahagiakan bagi setiap wanita begitupun dengan saya. Awal nya saya adalah anak yang manja dan selalu bergantung pada mama tapi sekarang malah menjadi seorang mama yang justru menjadi tempat ber manja ria bagi makhluk kecil bernama anak. Sejak menjadi seorang ibu, ada banyak perubahan yang terjadi pada saya, mulai dari kebiasaan, sikap hingga sifat saya. Dalam hal konsumsi makanan misalnya, dulu saya tidak suka sayur dan selalu makan sembarangan. Misalnya jajanan di jalan seperti gorengan sudah menjadi makanan favorit saya. Karena gorengan di pinggir jalan itu menurut saya jauh lebih enak dibandingkan dengan gorengan yang saya buat sendiri di rumah. Tetapi setelah me