Langsung ke konten utama

GRAND LAUNCHING APLIKASI SIPINDO POWERED BY SMARTSEEDS


Siapa sih yang tidak suka makan? Semua pasti suka makan baik makan untuk hidup atau hidup untuk makan. Tapi pernahkah kita berfikir makanan yang kita makan itu darimana? Kalau aku sih tahunya bahan makanan yang aku makan dan olah menjadi makanan beli di pasar. Padahal sebelum sampai di pasar bahan makanan seperti sayuran, cabai dan sejenisnya di tanam lalu di panen oleh para petani.
📷 by google

Tapi kadang kita tidak pernah memikirkan kesana, yang kita tahu bahan makanan di jual di pasar dan kita membelinya. Bahkan kita akan marah apabila sayuran harganya tinggi padahal kita tidak tahu penyebab sayuran menjadi mahal kenapa? Bisa jadi karena curah hujan atau kultur tanah yang kurang bagus sehingga para petani gagal panen yang menyebabkan sayuran tersebut hanya sedikit sedangkan kebutuhan meningkat jadilah harga sayuran naik.
📷 by Riza

Untuk memudahkan para petani, hari ini Jumat (12/10) tepatnya di Panti Perwira, Balai Sudirman diluncurkan penambahan fitur terbaru pada Aplikasi SIPINDO (Sistem Informasi Pertanian Indonesia) . Aplikasi berbasis android ini merupakan salah satu upaya ERWINDO memanfaatkan teknologi guna memenuhi kebutuhan petani sayuran berdasarkan pengalaman lebih dari 25 tahun pada pengembangan bisnis benih hortikultura di Indonesia.

SIPINDO sudah diluncurkan sejak April 2017 lalu hanya saja saat ini menghadirkan fitur baru dalam aplikasi Sipindo SMARTseeds yang diharapkan mampu memberikan jawaban untuk membantu para petani dalam menyelesaikan masalah yang sering dihadapi.

Aplikasi ini sudah dimanfaatkan lebih dari 14.000 petani dan diharapkan pada akhir tahun 2019 nanti dapat dimanfaatkan serta membantu 100.000 petani. Peluncuran penambahan fitur terbaru pada aplikasi SIPINDO ini terjadi antara perusahaan benih sayuran PT East West Seed Indonesia (EWINDO) yang lebih dikenal dengan “Cap Panah Merah” bersama mitra dalam konsorsium G4AW SMARTseeds. Yang bertujuan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Indonesia.

Fitur baru ini antara lain berisi prediksi cuaca dengan resolusi spasial hingga 5 kilometer, rekomendasi kandungan hara tanah berdasarkan hasil tes laboratorium dan rekomendasi pemupukan. Bahkan informasi yang diberikan berbasis lokasi (location specific data) sesuai dengan lahan pertanian berada.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian RI Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, MT

Direktur Perlindungan Tanaman Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI Ir. Sri Wijayanti Yusuf

Petani dari malang yang sudah menggunakan aplikasi

Acara ini dihadiri oleh :
  • Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian RI Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, MT
  • Direktur Perlindungan Tanaman Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI Ir. Sri Wijayanti Yusuf
  • Kantor Staf Presiden
  • BAPPENAS
  • Kementerian Kesehatan
  • Kedutaan Besar Belanda
  • Akademisi
  • NGO
  • Perusahaan-perusahaan pertanian
  • Perwakilan petani binaan EWINDO di seluruh Indonesia

Menurut Managing Director EWINDO, Glenn Pardede “Hari ini kami meluncurkan beberapa fitur baru dalam aplikasi SIPINDO Powered by SMARTseeds. Fitur ini diharapkan mampu membantu petani memprediksi cuaca secara lebih detail, memberikan informasi rekomendasi pemupukan sebagai dasar pemupukan dan juga panduan memilih jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah. Peluncuran aplikasi ini sekaligus menjadi wujud semboyan kami yakni menjadi sahabat yang paling baik untuk petani.”

Bahkan fitur-fitur baru yang disajikan juga menghadirkan data secara realtime dan akurat. Dengan begitu petani bisa langsung mengakses informasi yang dibutuhkan seperti : mengetahui tingkat kesuburan tanah agar lebih hemat dalam menggunakan pupuk, serta mendapat informasi mengenai perkiraan cuaca hingga harga dan tren permintaan komoditas di pasaran.

Bukan hanya itu saja pada aplikasi ini petani dapat memperoleh informasi seputar tata cara penanganan hama dan penyakit tanaman, pola dan musim tanam, estimasi waktu panen dan perkiraan jumlah produksi, perkiraan iklim dan cuaca, hingga forum jual beli hasil panen dari pedagang pasar tradisional serta ritel modern untuk mengantisipasi permainan harga oleh para tengkulak.

Tapi saat ini fitur rekomendasi pemupukan baru bisa dinikmati oleh petani di Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Lampung. Sedangkan untuk wilayah lainnya sedang dalam proses pengembangan. Berbeda dengan firur pemupukan, untuk fitur prediksi curah hujan sudah bisa dinikmati di seluruh wilayah Indonesia yang berada di bawah garis katulistiwa.

Bukan hanya para petani saja yang bisa memanfaatkan aplikasi Sipindo Powered by SMARTseeds ini tapi bermanfaat juga bagi penyuluh pertanian dan pedagang. Keuntungan bagi para mitra penyuluhan ini adalah mendapatkan informasi yang dibutuhkan petani sehingga dapat meminimalisir kesalahan dalam menganalisa suatu masalah yang dihadapi yang kemudian segera memberikan solusi serta penyuluhan dengan cepat dan tepat kepada masing-masing petani. Untuk pedagang sendiri dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk mencari dan membeli produk-produk pertanian sesuai kebutuhan mereka dari petani langsung.

Kees de Ruiter, Regional Manager dari ICCO Cooperation Asia Tenggara yang merupakan project leader dari konsorsium SMARTseeds mengatakan, “Melalui konsorsium kemitraan ini, kami berupaya menyediakan layanan informasi pertanian berbasis data yang akurat dan sesuai dengan lokasi lahan petani. Ini adalah pencapaian baru dan kontribusi kami dalam pengembangan SIPINDO melalui fitur SIPINDO Powered by SMARTseeds. Kami berharap layanan informasi pertanian ini menjadi dukungan yang bernilai bagi petani hortikultura Indonesia sehingga mereka mampu meningkatkan produksi secara lebih efektif sekaligus lebih efisien dalam merespon tantangan baru seperti perubahan iklim.”

Semoga dengan adanya aplikasi digital ini volume perdagangan produk pertanian dapat meningkat dan memberikan keuntungan yang lebih baik untuk pelaku agribisnis di bidang hortikultura. Menurut data Kementerian Pertanian, Produk Domestik Bruto (PDB) sub sektor hortikultura pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp 142,46 triliun atau meningkat 159% dibanding PDB tahun 2010.

Bahkan di sisi penyerapan tenaga kerja, pada tahun 2025 secara on farm sub sektor hortikultura diproyeksikan akan menyerap 6,4 juta tenaga kerja dengan penyerapan terbesar dari usaha sayuran sebesar 68,5%. Apabila diperhitungkan secara keseluruhan maka penyerapan tenaga kerja dari sub sector ini akan mencapai 19,7 juta jiwa atau meningkat 170% disbanding tahun 2014. Dengan ini SIPINDO Powered by SMARTseeds resmi diluncurkan.

“Aplikasi SIPINDO Powered by SMARTseeds yang semakin lengkap dengan fitur-fitur barunya diharapkan mampu mendorong petani dan pelaku industri agribisnis hortikultura untuk meningkatkan produktivitasnya serta meningkatkan kontribusi sub sektor hortikultura untuk PDB dan devisa Negara,” tambah Glenn.


Aku jadi penasaran dan langsung mendownload SIPINDO pada smartphone, pada menu utama ada :
  • Artikel
  • Urban Farming
  • Cara bertanam yang baik
  • Rencana penanaman
  • Jual beli sayur
  • Perbarui harga sayurmu


Aku mencoba buka menu artikel dan coba membaca salah satu artikel yang berjudul “Percantik Rumah dengan Tanaman Hidroponik” disini juga kita di ajarkan langkah-langkah menanam tanaman hidroponik. Ah senang nya aku jadi bisa praktekan menanam tanaman hidroponik di rumah nanti.

Pasti para petani jauh lebih sejahtera dengan adanya aplikasi ini sehingga hasil panen nya jauh lebih baik dan pastinya kita para konsumen di untungkan karena dengan banyak nya hasil panen sehingga harga nya tidak mahal tapi kualitasnya bagus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RE-RICE MEMBUAT BERAS HIDUP DAN SEHAT

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Hampir sebagian besar orang Indonesia mengkonsumsi nasi. Bahkan banyak orang yang beranggapan kalau belum makan nasi perut belum kenyang padahal itu hanya sugesti kita aja kali yah. Nasi berawal dari beras dan beras yang baik akan menghasilkan nasi yang baik pula untuk kesehatan tubuh kita. Karena kesehatan di awali dengan apa yang kita konsumsi. Belakangan ini marak sekali beras yang tidak baik di jual di pasaran. Mulai dari beras yang pakai pemutih dan bahan berbahaya lain nya. Harga beras akhir-akhir ini sangat tinggi sehingga membuat para produsen mengakali nya dengan mencampur bahan berbahaya agar tetap mendapatkan untung yang besar tanpa memikirkan kesehatan para konsumen nya. Sebagai ibu peran kita sangat penting untuk menjaga kesehatan keluarga kita karena kita yang biasa membeli dan memilih beras serta makanan lain nya untuk keluarga kita. Beras digiling dengan Re-Rice dan Beras yang kita bawa dari rumah Sebagai ibu kita

KESALAHAN AKU DI MASA LALU

Malam ini aku lagi tidak bisa tidur. Tidak tau kenapa hati dan pikiran tuh lagi kepikiran tentang masa lalu. Masa lalu dimana aku pernah kehilangan malaikat kecilku. Awalnya aku seorang wanita karier tapi semua itu aku lepas demi si kecil. Pengalaman adalah guru yang paling berharga, mungkin kata-kata itu tepat buat aku. Setelah kehilangan anak pertama aku M. Rafa Ramadhan aku lebih award kepada diri aku sendiri dan keluarga. Sebagai seorang wanita aku sangat bersyukur karena tidak lama setelah menikah aku langsung di berikan kepercayaan untuk menjadi ibu. Walaupun itu tidak lama, aku hanya diberikan waktu 10hari untuk mengurus Rafa karena pemilik Rafa lebih sayang kepadanya jadi Rafa di panggil lagi oleh sang khalik. Di saat hamil Rafa Semua itu mungkin karena kesalahan aku dan keegoisan aku. Selama hamil Rafa aku terlalu sibuk dan cuek. Padahal dari awal kehamilan aku sudah diberikan tanda-tanda tapi aku kok yah cuek aja. Misalnya dari awal hamil Rafa aku selalu ngeflek dan

MEWUJUDKAN RESOLUSI DI TAHUN 2018 DENGAN OBIDA

Hari-hari berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah memasuki penghujung bulan januari tahun 2018 ini. Perasaan baru kemarin saya menjadi seorang ibu, sekarang usia si kecil sudah memasuki 5tahun yang sebentar lagi akan memasuki dunia sekolah. Bersama suami dan si kecil Menjadi seorang istri dan ibu pasti sangat membahagiakan bagi setiap wanita begitupun dengan saya. Awal nya saya adalah anak yang manja dan selalu bergantung pada mama tapi sekarang malah menjadi seorang mama yang justru menjadi tempat ber manja ria bagi makhluk kecil bernama anak. Sejak menjadi seorang ibu, ada banyak perubahan yang terjadi pada saya, mulai dari kebiasaan, sikap hingga sifat saya. Dalam hal konsumsi makanan misalnya, dulu saya tidak suka sayur dan selalu makan sembarangan. Misalnya jajanan di jalan seperti gorengan sudah menjadi makanan favorit saya. Karena gorengan di pinggir jalan itu menurut saya jauh lebih enak dibandingkan dengan gorengan yang saya buat sendiri di rumah. Tetapi setelah me