Langsung ke konten utama

HAIDAR IS TURNING 10TH

Masya Allah 30 September 2022 genap anak laki-laki yang merupakan cucu laki-laki pertama dari keluarga MamaWie dan PapaNtonk berusia 10 tahun. Anak sholeh yang sekarang lagi hobi main bola ini sudah berpesan dari jauh-jauh hari kalau dia tidak ingin di hari ulang tahun nya nanti ada perayaan seperti adeknya kemarin. Mungkin karena abank panggilan anak laki-laki ini di rumah sudah besar kali yah jadi ada rasa malu.

Haidar saat mau tanding bola

Awalnya Haidar nama pemberian aunty nya ketika lahir ini hanya minta dibelikan sepeda lipat, katanya biar dia bisa ke rumah kokong (kakek dari suami) sendiri naik sepeda. Tapi beberapa hari mendekati hari ulang tahun nya berubah keinginan nya, tidak jadi minta dibelikan sepeda melainkan sepatu bola yang harganya 2jutaan buat dia pakai ketika nanti ada pertandingan atau turnamen.

Aku dan suami sebagai orang tua hanya meng”iya” kan insyaallah rezeki anak sholeh ada melalui kami orang tua nya sehingga kami dapat mewujudkan keinginan anak yang suka sekali makan telur dan tempe ini. Karena bertepatan dengan hari ulang tahun abank Haidar bertepatan juga kami membayar pajak mobil, dulu sih ceritanya mobil yang sudah menemani kami selama lebih dari 5 tahun ini kami jadikan hadiah ulang tahun abank Haidar ke-2 tahun jadi barengan deh hari ulang tahun plus bayar pajak mobil. Hehehehe.

Alhamdulillah nya mungkin memang rezeki abank bagus ketika mendekati hari ulang tahun nya salah satu teman kami membayar hutang kepada kami sehingga kami bisa membayar pajak dan memberikan sepatu bola permintaan abank. Singkat cerita 1hari sebelum hari ulang tahun nya, MamaWie dan PapaNtonk pergi ke salah satu toko sport di daerah cempaka putih untuk memilih hadiah sepatu bola tanpa mengajak abank Haidar yang kebetulan lagi ngaji dan belajar di rumah kokong.


2 sepatu bola hadiah 10th Haidar 

Setelah memilah dan memilih jadilah kami memutuskan membelikan sepatu bola 2 untuk anak laki-laki yang sekarang sudah tidur di kamarnya sendiri. Setelah itu kami langsung pulang ke rumah dan menaruh sepatu bola buat surprise abank ulang tahun di bagasi mobil. Tiba-tiba saja di benak MamaWie muncul ide untuk membuat makan siang yang dibagikan kepada teman-teman dan guru abank di sekolah tanpa sepengetahuan anak laki-laki yang masih mau di peluk ini.

MamaWie langsung koordinasi dengan wali kelas abank Haidar dan Alhamdulillah semuanya lancar. Kebetulan ulang tahun abank jatuh pada hari jumat sekalian aja MamaWie buat lebihan untuk Jumat Berkah. Awalnya MamaWie sama PapaNtonk sepakat untuk memesan nasi ayam MCD tapi kayaknya kok bosen yah setiap ada acara kita selalu pesen nasi ayam. Akhirnya dengan kesepakatan kita berdua MamaWie beranikan membuat sendiri nasi box untuk dibagikan teman-teman dan guru di sekolah abank.

Nasi kuning dan teman-teman nya buatan MamaWie 

Dengan kekuatan Bismillah dan tekad yang kuat MamaWie beranikan diri untuk membuat nasi kuning, ayam goreng, bihun, tempe orek, dan telor balado sendiri. Padahal sebelumnya jangan kan buat untuk orang banyak, buat untuk makan keluarga aja jarang. Yang kenal dan tau MamaWie kayak gimana pasti tidak akan menyangka kalau MamaWie buat semua nya sendiri karena dulu tuh sebelum bahkan setelah nikah, punya anak abank Haidar masih umur beberapa tahun aja MamaWie orang nya MALAS luar biasa, tidak bisa yang namanya masak, nyuci, nyetrika, nyapu dan beberes rumah. Alhamdulillah dikasih suami PapaNtonk yang dari kecil memang didikan nya sudah bisa beberes dan melakukan semua sendiri, mandiri dan berbanding terbalik sama MamaWie.

Bersyukur banget punya suami yang tidak pernah menuntut aku untuk berubah tapi PapaNtonk mencontohkan secara langsung jadi lama-lama hati aku tergerak untuk belajar dan belajar. Alhamdulillah dengan belajar sekarang MamaWie sudah bisa menjual nasi uduk, nasi kuning dan aneka gorengan untuk sarapan, dan Alhamdulillah nya di approve soal rasa oleh konsumen yang sekarang sudah jadi langganan setiap hari.

Disini MamaWie yakin kita bukan nya tidak bisa tapi niat dan rasa malas yang membuat kita tidak bisa apalagi di dunia digital saat ini semua resep masakan ada di media sosial tinggal niat kita aja yang harus di kumpulkan. Hehehehe. Kembali lagi ke acara ulang tahun abank, tepat hari Jumat, 30 September 2022 MamaWie langsung masak untuk jualan dulu kemudian langsung masak nasi kuning untuk ulang tahun abank. Alhamdulillah pagi-pagi nenek ida (mama nya MamaWie) sudah datang untuk membantu menjaga jualan MamaWie disaat MamaWie lagi sibuk masak dan menyajikan nasi kuning untuk dibawa ke sekolah karena kebetulan PapaNtonk masuk kerja pagi, tapi izin jam 10.00 untuk mengantar snack box abank ke sekolah.

Sambil menyiapkan semuanya MamaWie sambil whatssapp wali kelas nya untuk mengabarkan kondisi di sekolah, jangan sampai teman-teman abank sudah ada yang pulang. Alhamdulillah tepat pukul 10.00 semuanya sudah rapi, mulai dari nasi kuning, snack (roti dan teh kotak) sudah siap. Alhamdulillah lagi-lagi MamaWie bersyukur dikelilingi orang-orang baik, teh kotak pun dibelikan oleh Om, Tante dan Joice untuk abank Haidar. Om, Tante dan Joice tuh awalnya cuma agen telor yang ada di dekat rumah, tapi karena MamaWie sering belanja di sana dan kita sering ngobrol jadilah kami sudah seperti saudara, berkah buat kalian yah.

Teh kotak dari om, Tante dan joice, roti pesen di Khasanah sari MamaWie 

Bukan hanya itu saja lagi-lagi MamaWie bersyukur banget, Allah memang maha baik, terlalu banyak nikmat yang diberikan kepada keluarga kami. Alhamdulillah untuk cake yang keren ini juga di sponsori oleh Khasanah Sari, toko roti yang sudah terbukti HALAL, Enak dan terjangkau. Selalu puas bahkan puas banget kalau pesen cake disini, mulai dari Haidar 9 tahun, Humaira (adeknya Haidar) 2tahun, Haidar 10 tahun, Humaira 3 tahun selalu pesan disini. Bisa request sesuai selera kita, kali ini untuk abank MamaWie pesen tema bola karena abank memang lagi suka bola.

Selalu suka tart Khasanah Sari 

Bisa request sesuai keinginan dan sudah pasti HALAL, ENAK, TERJANGKAU

Begitu semua siap akhirnya kita langsung menuju sekolah abank, langsung koordinasi dengan wali kelas nya dan langsung masuk ke kelas. Alhamdulillah abank terkejut dan dia langsung tersenyum melihat kami (MamaWie, PapaNtonk, Humaira dan Nenek Ida) datang membawa kue dan makan siang buat teman-teman nya. Anak laki-laki yang kemarin sempat menjadi pemain terbaik saat Liga Grasroot ini tidak menyangka karena dia berfikir MamaWie buat nasi kuning untuk pesanan orang lain.

Abank bersama MamaWie, PapaNtonk, Humaira, NenekIda, Wali kelas dan teman-teman 

Alhamdulillah semua nya berjalan dengan lancar dan kami bisa membuat anak laki-laki yang tidak suka ayam ini tersenyum bahagia. Selamat Ulang Tahun ke-10 tahun Haidar Ali Mulyadi semua doa terbaik dari kami untuk mu. Aamiin Allahumma Aamiin. Alhamdulillah juga ternyata MamaWie bisa membuat sendiri nasi box untuk ulang tahun abank, semua itu karena niat dan cinta. I Love You HAIDAR ALI MULYADI Cinta Pertamanya MamaWie sejak dirimu masih di dalam kandungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FINEXPO BIK 2021 PRUDENTIAL INDONESIA

Setuju kah kalau MamaWie bilang ibu itu menteri keuangan dalam keluarga? Bagaimana tidak karena seorang ibu bisa mengatur keuangan keluarga dalam satu bulan, mulai dari memilah mana kebutuhan utama mana kebutuhan sekunder. Maka dari itu penting nya para ibu belajar cara tepat mengelola keuangan yang baik dalam keluarga. MamaWie sendiri berasa belum menjadi menteri keuangan yang baik untuk keluarga karena masih suka membeli sesuatu yang belum menjadi kebutuhan, belum punya tabungan, belum punya dana darurat dan bahkan yang tidak kalah penting MamaWie belum memiliki asuransi kesehatan untuk keluarga. Saat ini kami masih mengandalkan BPJS Kesehatan, mengapa? Karena kami masih belum bisa memilih asuransi kesehatan apa yang tepat untuk keluarga kami. Abank Haidar ketika operasi cabut pen Padahal MamaWie sendiri menyadari bahwa asuransi kesehatan sangat penting apalagi ketika ada keluarga yang sakit dan membutuhkan penanganan medis secara cepat dan tepat. Karena kalau menggunakan BPJS Kese

9AAE FRISIAN FLAG PRIMAGROW CEGAH STUNTING PADA ANAK

Sebagai ibu pasti sedih kalau buah hatinya selalu dibandingkan dengan buah hati orang ,ain begitupun dengan MamaWie. Seperti Humaira 24 bulan yang selalu di bilang lebih kurus, pendek dibandingkan dengan sepupunya yang hanya berbeda 3 bulan jarak kelahirannya, Humaira lahir bulan Juli sedangkan sepupunya lahir bulan Oktober. Memang sepupu Humaira yang berjenis kelamin laki-laki ini jauh lebih besar dan tinggi tubuhnya sehingga itu yang membuat Humaira dibilang kurang gizi dan harus konsultasi ke dokter anak dan lain-lain. Humaira  Tapi ketika MamaWie melihat pertumbuhan dan perkembangan Haira nama panggilan anak perempuan ini cukup baik dan ada penambahan walaupun tidak terlalu signifikan membuat MamaWie lega kalau Haira tuh tumbuh wajar sesuai dengan usianya karena memang saat lahirpun anak perempuan yang sudah bisa makan sendiri ini berat badan dan tinggi badan nya normal tidak terlalu besar. Bahkan aku pun sudah konsultasi ke dokter dan Alhamdulillah Haira tumbuh dengan normal jad

RE-RICE MEMBUAT BERAS HIDUP DAN SEHAT

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Hampir sebagian besar orang Indonesia mengkonsumsi nasi. Bahkan banyak orang yang beranggapan kalau belum makan nasi perut belum kenyang padahal itu hanya sugesti kita aja kali yah. Nasi berawal dari beras dan beras yang baik akan menghasilkan nasi yang baik pula untuk kesehatan tubuh kita. Karena kesehatan di awali dengan apa yang kita konsumsi. Belakangan ini marak sekali beras yang tidak baik di jual di pasaran. Mulai dari beras yang pakai pemutih dan bahan berbahaya lain nya. Harga beras akhir-akhir ini sangat tinggi sehingga membuat para produsen mengakali nya dengan mencampur bahan berbahaya agar tetap mendapatkan untung yang besar tanpa memikirkan kesehatan para konsumen nya. Sebagai ibu peran kita sangat penting untuk menjaga kesehatan keluarga kita karena kita yang biasa membeli dan memilih beras serta makanan lain nya untuk keluarga kita. Beras digiling dengan Re-Rice dan Beras yang kita bawa dari rumah Sebagai ibu kita