Langsung ke konten utama

NASI UDUK BETAWI DAN FUDGY BROWNIES DAPUR H2

Pandemi membuat semua berubah, mulai dari gaya hidup sampai pola hidup yang jauh lebih sehat. Bahkan pandemi pun membuat MamaWie seperti kehilangan arah, makin mudah marah, mudah tersinggung dan cepat emosi. Ini semua karena terlalu lama di rumah, tidak ada hiburan yang membuat pikiran makin kacau. Kacau karena sepertinya pekerjaan rumah tidak ada selesainya bahkan disisi lain kita juga dituntut untuk menjadi guru karena anak laki-laki yang sudah kelas 3SD ini harus melakukan PJJ di rumah.

Sedih bahkan kadang suka menangis sendiri karena lelah. Sebenarnya sih bukan lelah pekerjaan rumah juga tapi lebih ke jenuh di rumah aja. Kalau untuk pekerjaan rumah sih Alhamdulillah laki-laki yang sudah menemani aku selam 10tahun ini mau membantu dan bekerjasama. Selain jenuh di rumah aja pastinya sedih juga tidak bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Sebenarnya sih gaji pak suami sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga tapi karena dari dulu aku selalu menghasilkan uang sendiri rasanya seperti ada ruang hampa ketika tidak bisa bekerja.

Dibalik wanita hebat, ada laki-laki hebat dibelakang nya

Setelah diskusi dengan laki-laki yang selalu mensupport apa yang aku lakukan selama itu positif akhirnya kami memutuskan untuk berjualan di depan rumah. Memang dari dulu MamaWie tuh udah ada jiwa berjualan misalnya aja dulu jadi member Tupperware yang menawarkan ke teman-teman, sempat jualan baju juga belanja di tanah abang dan lain-lain tapi karena banyak nya teman yang bayarnya secara tempo jadi modal tidak kembali, biasa kepake buat MamaWie jajan.

Karena aku tuh type orang yang suka jajan dan ngemil, bahkan aku punya prinsip kalau punya uang dan kita mau jajan atau mau menghabiskan untuk kesenangan kita yah udah pake aja toh rezeki besok mah aku percaya ada lagi. Dulu tuh sehari bisa habis 100-150 ribu dan itu hanya untuk beli cemilan seperti donut, brownies dan lainnya.

Tapi setelah MamaWie memutuskan untuk berjualan makanan yang MamaWie suka seperti Brownies, bolu dan kue lainnya sekarang jajan nya sudah berkurang karena bisa buat sendiri. Nikmatnya tuh kalau kita buat sendiri bahannya bisa kita sesuai kan dengan keinginan. Awal mula membuat brownies MamaWie pinjem oven kompor punya nenek ida yang sebentar-bentar harus dilihat sudah matang apa belum, maklum waktu itu belum punya oven listrik.

Fudgy Brownies pertama yang MamaWie buat pake oven kompor

Percobaan pertama Alhamdulillah memuaskan dan rasanya pun enak, keluarga pada suka karena MamaWie buatnya pake bahan premium, butternya aja pake wisjman. Yang tau wisjman pasti udah tidak diragukan lagi rasa kue nya. Melihat antusias MamaWie akhirnya PapaNtonk membelikan oven listrik dan Alhamdulillah pesenan Brownies pun makin banyak serta Brownies yang dihasilkan jauh lebih cantik dibandingkan menggunakan oven kompor.

Tidak puas jualan brownies, MamaWie memutuskan jualan nasi uduk betawi pagi untuk orang-orang yang mencari sarapan. Dan bersyukurnya laki-laki yang sudah memberikan aku 3 anak ini mendukung bahkan dia selalu membantu menyiapkan segalanya, mulai dari menyiapkan sayuran sampe menyiapkan meja dan lainnya untuk aku berjualan setiap harinya.

Ootd kang nasi uduk

Awal mulai berjualan dimulai dengan Bismillah karena MamaWie bukan type orang yang bisa masak bahkan dirumah pun masak untuk sehari-hari bisa dihitung pakai jari, setahun bisa masak cuma 5hari dan gas LPG yang 3kg aja 1tahun baru habis. Setiap harinya biasa kita beli lauk diluar karena anak-anak pun makannya pilih-pilih cuma mau makan pake telor dadar dan sop. Jadi ya udah kita beli lauk diluar aja walaupun kadang bosen.

Alhamdulillah respon positif dari para pecinta nasi uduk betawi membuat MamaWie makin semangat jualan. Nasi uduk yang MamaWie kasih nama NASI UDUK BETAWI DAPUR H2 yang diambil dari nama Haidar dan Haira (anak ganteng dan cantik MamaWie) ini buka mulai pukul 06.00 dan Alhamdulillah selalu habis sebelum jam 10.00 pagi. 1 Porsi nasi uduk betawi dengan lauk bihun goreng, tempe orek, semur kentang tahu, sambel dan kerupuk harganya 7.000, tambah telor 10.000, tambah jengkol 12.000. Serta aneka gorengan seperti bakwan, tempe tepung, risol, tahu isi, martabak telor, pastel harga mulai dari 1.000.

1porsi nasi uduk telor 10K

MamaWie buka di Bintara 9 sebrang Klinik Trimedika jadi bagi warga Bintara, Kranji dan sekitarnya bisa banget mampir kesini bahkan sekarang sudah tersedia di GoFood dan GrabFood. Insya Allah rasa dijamin MANTAP karena MamaWie masak sendiri, bangun pukul 03.00 semua dimasak langsung dadakan sehingga fresh. Setelah hampir 4 bulan jualan nasi uduk betawi MamaWie aja masih berasa kayak mimpi seorang SADEWI anak manja yang tidak bisa masak sekarang masakan nya dinikmati banyak orang.

Alhamdulillah banget berarti masakan MamaWie enak bahkan sekarang yang buat seneng tuh karena sudah banyak langganan yang sudah seperti saudara sendiri. Selain itu juga insya allah setiap hari Jumat secara rutin MamaWie membagikan nasi uduk GRATIS untuk para pengemis, pemulung dan siapapun yang ingin srapan. Kalau kalian mau ikutan juga #JumatBerkah bisa japri MamaWie yah, 1 Porsi Nasi Uduk Betawi pakai Telor 10.000, karena sedikit dari kita tapi sangat berharga bagi mereka.

Berbagi #JumatBerkah

Jangan lupa yang mau nyobain nasi uduk betawi dan Fudgy Brownies buatan MamaWie langsung aja WA ke 089692903061 yah…

Komentar

  1. Enak makan nasi uduk pakai semur jengkol. Dunia gak kelihatan wkkk. Semangat terus ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mpo bisa nambah nasi nya, siap semangat

      Hapus
  2. Kalau nggak ada pandemi aku nggak tahu , ternyata punya teman jago masak and baking. Berkah usahamu Sade..Aamiin

    BalasHapus
  3. Aaaah mama Wie. barakallaaaah

    insya Allah nanti bisa ikutan seesekali ya buat Jumat Berkah nya, semangat ya Mama Wie, biar jadi edisi Tukang Nasi Uduk Naik Haji aamiiin

    BalasHapus
  4. mau banget nih tambah jengkol, sayang jauh ya hehe.. sukses yaa untuk jualannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

FINEXPO BIK 2021 PRUDENTIAL INDONESIA

Setuju kah kalau MamaWie bilang ibu itu menteri keuangan dalam keluarga? Bagaimana tidak karena seorang ibu bisa mengatur keuangan keluarga dalam satu bulan, mulai dari memilah mana kebutuhan utama mana kebutuhan sekunder. Maka dari itu penting nya para ibu belajar cara tepat mengelola keuangan yang baik dalam keluarga. MamaWie sendiri berasa belum menjadi menteri keuangan yang baik untuk keluarga karena masih suka membeli sesuatu yang belum menjadi kebutuhan, belum punya tabungan, belum punya dana darurat dan bahkan yang tidak kalah penting MamaWie belum memiliki asuransi kesehatan untuk keluarga. Saat ini kami masih mengandalkan BPJS Kesehatan, mengapa? Karena kami masih belum bisa memilih asuransi kesehatan apa yang tepat untuk keluarga kami. Abank Haidar ketika operasi cabut pen Padahal MamaWie sendiri menyadari bahwa asuransi kesehatan sangat penting apalagi ketika ada keluarga yang sakit dan membutuhkan penanganan medis secara cepat dan tepat. Karena kalau menggunakan BPJS Kese

RE-RICE MEMBUAT BERAS HIDUP DAN SEHAT

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Hampir sebagian besar orang Indonesia mengkonsumsi nasi. Bahkan banyak orang yang beranggapan kalau belum makan nasi perut belum kenyang padahal itu hanya sugesti kita aja kali yah. Nasi berawal dari beras dan beras yang baik akan menghasilkan nasi yang baik pula untuk kesehatan tubuh kita. Karena kesehatan di awali dengan apa yang kita konsumsi. Belakangan ini marak sekali beras yang tidak baik di jual di pasaran. Mulai dari beras yang pakai pemutih dan bahan berbahaya lain nya. Harga beras akhir-akhir ini sangat tinggi sehingga membuat para produsen mengakali nya dengan mencampur bahan berbahaya agar tetap mendapatkan untung yang besar tanpa memikirkan kesehatan para konsumen nya. Sebagai ibu peran kita sangat penting untuk menjaga kesehatan keluarga kita karena kita yang biasa membeli dan memilih beras serta makanan lain nya untuk keluarga kita. Beras digiling dengan Re-Rice dan Beras yang kita bawa dari rumah Sebagai ibu kita

KESALAHAN AKU DI MASA LALU

Malam ini aku lagi tidak bisa tidur. Tidak tau kenapa hati dan pikiran tuh lagi kepikiran tentang masa lalu. Masa lalu dimana aku pernah kehilangan malaikat kecilku. Awalnya aku seorang wanita karier tapi semua itu aku lepas demi si kecil. Pengalaman adalah guru yang paling berharga, mungkin kata-kata itu tepat buat aku. Setelah kehilangan anak pertama aku M. Rafa Ramadhan aku lebih award kepada diri aku sendiri dan keluarga. Sebagai seorang wanita aku sangat bersyukur karena tidak lama setelah menikah aku langsung di berikan kepercayaan untuk menjadi ibu. Walaupun itu tidak lama, aku hanya diberikan waktu 10hari untuk mengurus Rafa karena pemilik Rafa lebih sayang kepadanya jadi Rafa di panggil lagi oleh sang khalik. Di saat hamil Rafa Semua itu mungkin karena kesalahan aku dan keegoisan aku. Selama hamil Rafa aku terlalu sibuk dan cuek. Padahal dari awal kehamilan aku sudah diberikan tanda-tanda tapi aku kok yah cuek aja. Misalnya dari awal hamil Rafa aku selalu ngeflek dan