Kamis, 21 Mei 2020

TANGGAP COVID-19, BPJS KESEHATAN MEMBERIKAN KERINGANAN BAGI PESERTANYA YANG MEMILIKI TUNGGAKAN TAGIHAN

Ketika menunggu operasi caesar

Sebagai peserta BPJS Kesehatan MamaWie bersyukur banget karena dapat merasakan manfaat secara langsung yaitu ketiga 9bulan yang lalu harus operasi caesar dan semua itu ditanggung BPJS Kesehatan. Tidak ada perbedaan sama sekali peserta BPJS Kesehatan atau umum, semua dilayani dengan baik. Bahkan MamaWie bisa langsung melakukan IMD. Selama perawatan di rumah sakit juga dilayani dengan baik dan ramah, bahkan tidak ada sedikit pun biaya yang kami keluarkan, semua ditanggung BPJS Kesehatan. Selain itu juga untuk imunisasi dasar anak cantik ditanggung juga oleh BPJS Kesehatan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. 

Sebagai peserta BPJS Kesehatan MamaWie sih selalu berharap diberikan kesehatan. Biarkan iuran yang setiap bulan nya MamaWie bayar untuk membantu sesama. Jangan sampai ada orang yang sakit baru menjadi peserta JKN-KIS dan apabila sudah sembuh tidak membayar iuran lagi. Itu yang membuat BPJS Kesehatan mengalami banyak kerugian. Semoga saat ini tidak adalagi orang yang seperti itu karena dengan gotong royong semua tertolong.
Dok. Bpjs kesehatan

Sehingga salah satu cara untuk mengatasinya yah dengan menaikkan iuran. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa diperlukan penyesuaian iuran program JKN? Karena untuk menjaga kesinambungan program JKN, memberikan pelayanan kesehatan yang tepat waktu dan berkualitas, terjangkau bagi negara dan masyarakat, dan berkeadilan sosial. Besaran iuran yang sesuai dengan perhitungan aktuaria dan kemampuan membayar perhitungan aktuaria, besar iuran PBPU Kelas 1 (K1) = Rp286.085, K2 = Rp184.617, K3 = Rp137.221. Sesuai ketentuan, besaran iuran perlu direviu secara berkala maksimal 2 tahun sekali.

Walaupun iuran naik tapi kelas 3 dari tahun 2014 tidak pernah pengalami kenaikkan sampai sekarang. Untuk obat kelas 3 pun tidak ada perbedaan dengan kelas 1 dan 2, hanya saja yang berbeda mungkin kamar perawatan apabila harus rawat inap.

Faktor pertimbangan menetapkan iuran JKN :
  • Kemampuan peserta membayar iuran
  • Langkah perbaikan keseluruhan sistem JKN
  • Mempertimbangkan tingkat inflasi di bidang kesehatan
  • Kebutuhan biaya Jaminan Kesehatan
  • Gotong royong antar segmen
  • Menggunakan standar praktik aktuaria jaminan sosial yang lazim dan berlaku umum
Dok. BPJS Kesehatan

Kabar bahagianya lagi di tengah Covid-19 ini BPJS Kesehatan memberikan keringanan bagi para peserta yang memiliki tunggakan. Misalnya tunggakan sampai 2tahun, peserta hanya harus membayar 6bulan tunggakan saja dan kartu BPJS Kesehatan nya sudah aktif kembali. Ini berlaku sampai dengan akhir 2021.

Adapun manfaat JKN-KIS yaitu :
  • Manfaat medis, berupa pelayanan yang komprehensif (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif) sesuai dengan indikasi medis yang tidak terikat dengan besaran iuran yang dibayarkan.
  • Manfaat non-medis, meliputi akomodasi dan ambulan. Manfaat akomodasi untuk layanan rawat inap sesuai hak kelas perawatan peserta.
Manfaat nya benar-benar MamaWie rasakan secara langsung. Semoga dengan adanya hal ini para peserta yang lain juga jadi tersadar untuk tetap membayar iuran BPJS Kesehatan walaupun tidak sakit, yah itung-itung kita membantu sesama. Kan lebih baik mencegah daripad mengobati bukan. Semoga kita semua peserta JKN-KIS selalu sehat dan diberikan rezeki yang halal dan berkah agar bisa selalu membayar iuran setiap bulan nya... Aamiin

0 komentar:

Posting Komentar