Sabtu, 16 November 2019

LINDUNGI KELUARGA DARI DIABETES SEJAK DINI


Dalam rangka memperingati hari diabetes sedunia yang jatuh pada tanggal 14 November 2019 kemarin, Kemenkes RI melaksanakan seminar Jumat siang dengan tema “Lindungi Keluarga dengan Diabetes”. Bahagia nya MamaWie mendapatkan undangan untuk hadir pada acara yang dimulai pukul 13.00 ini karena memang kedua orang tua bahkan mama mertua pun terkena diabetes.

Bahkan mama dan Almarhum papa sudah komplikasi akibat diabetes, kalau mama terkena penyakit paru sedangkan almarhum papa terkena penyakit jantung akibat diabetes atau bisa juga dijuluki ibu dari berbagai penyakit. Miris nya lagi Indonesia berada di urutan ke-6 untuk penderita diabetes.

Kenapa penderita diabetes atau penyakit tidak menular meningkat? Karena kebanyakan masyarakat kita tidak sadar kalau dirinya terkena PTM. Hanya 3 dari 10 penderita PTM yang terdeteksi atau sadar kalau mereka menderita PTM dan dari 3 penderita PTM hanya 1 orang yang berobat secara teratur.

Memiliki orang tua dan mertua yang terkena diabetes membuat aku lebih aware untuk merubah gaya hidup jauh lebih sehat, menghindari faktor resiko dan bagaimana cara menyembuhkan penyakit tersebut. Karena bagiku mencegah jauh lebih baik daripada mengobati jadi lakukan deteksi secara dini walaupun kita merasa baik-baik saja. Lakukan pengecekan tekanan darah, gula darah dan indeks massa tubuh / lingkar perut secara rutin.

Selain deteksi dini untuk mencegah diabetes ada beberapa hal yang harus kita lakukan, yaitu :
  • Hindari asap rokok
  • Biasakan beraktivitas fisik setiap hari, jangan mager
  • Perilaku hidup sehat, perbanyak makan buah dan sayur, batasi konsumsi gula, garam dan lemak. Pastikan kandungan gizi sempurna dengan isi piringku (1/2 isi piring dengan buah dan sayur, 1/3 isi piring dengan karbohidrat dan isi sisanya dengan lauk pauk)
  • Lingkungan yang bersih
  • Lakukan hubungan seksual dengan pasangan yang halal dan tidak berganti pasangan
Bukan hanya orang dewasa saja yang bisa terkena diabetes tapi anak-anak juga bisa terkena, serem banget yah. Diabetes pada anak sering disebut DM (Diabetes Melitus) tipe 1 yaitu penyakit metabolic kronik yang paling sering ditemukan pada anak dan insidens nya meningkat pada seluruh dunia yaitu sekitar 3%-5% per tahun atau 70.000 kasus baru setiap tahunnya.

Bahkan DM tipe 1 memerlukan insulin seumur hidup, tidak bisa diobati dengan minum obat. Penyebabnya sendiri yaitu kerusakan sel pancreas yang memproduksi insulin sehingga tubuh tidak mampu menghasilkan insulin. Beda DM tipe 1 dan DM tipe 2, yaitu :
  1. DM tipe 1 : terjadi kepada anak dan remaja, terjadi karena berkurang/tidak adanya produksi insulin dalam tubuh akibat sel-sel yang memproduksi insulin rusak dan harus diinsulin seumur hidup.
  2. DM tipe 2 terjadi pada orang dewasa, insulin diproduksi cukup tetapi tidak dapat berfungsi normal (resisten), obat oral/insulin.

Gejala DM pada anak yaitu:
  • Berat badan menurun & lemas
  • Sering kencing
  • Mengompol atau sebelumnya sudah tidak mengompol
  • Sering haus
Kalau mengalami hal diatas kita harus segera melakukan beberapa hal, yaitu :
  • Segera konsultasikan ke dokter anak terdekat
  • Cek gula darah sewaktu
  • Cek urine

Pada DM tipe 1 harus melakukan insulin seumur hidup, kalau tidak akan terjadi beberapa hal dibawah ini :
  • Gangguan pertumbuhan
  • Pubertas terlambat
  • Control metabolic kurang
  • Timbul komplikasi
  • Harapan hidup pendek
  • Kualitas hidup menurun

Pemberian insulin pun harus sesuai petunjuk karena setiap orang berbeda kebutuhannya. Untuk DM tipe 1 nutrisi atau dietnya pun harus diperhatikan, yaitu :
  • Diet seimbang
  • Kebutuhan kalori sesuai dengan RDA
  • Kalori terdiri dari (50-55% karbohidrat, 15-20% protein dan 30% lemak)
  • Konsultasikan dengan ahli gizi
  • Bahkan bagi anak penderita DM tipe 1 diperlukan olahraga tapi pastinya harus dengan petunjuk dokter. Peran keluarga menjadi sangat penting untuk penderita diabetes, baik peran moral maupun materi.

Oleh karena itu pentingnya kita sebagai individu yang mengetahui bagaimana cara mencegah diabetes berikan edukasi kepada masyarakat sekitar agar penderita diabetes tidak akan bertambah setiap tahunnya karena Indonesia saat ini sudah menempati peringkat ke-6 untuk penderita diabetes.

0 komentar:

Posting Komentar