Jumat, 19 April 2019

PEKAN IMUNISASI DUNIA 2019 DAN FAKTA MENARIK TENTANG IMUNISASI


Bahagia rasanya melihat anak mama Wie, Haidar tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit. Kesehatan itu sangat penting dan tak ternilai harganya. Kesadaran mama Wie akan mahalnya sehat mendorong mama Wie untuk memberikan imunisasi lengkap kepada Haidar. Dimulai dari umur 0-1bulan aku sudah memberikan vaksinisasi BCG agar Haidar terhindar dari penyakit Tuberkulosis. Dan terakhir vaksin yang diberikan yaitu vaksinisasi Difteri. Kebetulan Haidar bukan tipe anak yang takut disuntik, jadi mama Wie tidak perlu repot-repot membujuk dia ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi. 
Haidar saat divaksinisasi Difteri

Daritadi mama Wie sudah membahas sedikit tentang imunisasi, sebelumnya kalian tau ga sih imunisasi itu apa?

SEJARAH IMUNISASI DI INDONESIA
Kegiatan Imunisasi diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956. Mulai tahun 1977 kegiatan Imunisasi diperluas menjadi Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dalam rangka pencegahan penularan terhadap beberapa Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) yaitu Tuberkulosis, Difteri, Pertusis, Campak, Polio, Tetanus serta Hepatitis B. Beberapa penyakit yang saat ini menjadi perhatian dunia dan merupakan komitmen global yang wajib diikuti oleh semua negara adalah eradikasi polio (ERAPO), eliminasi campak dan rubela dan Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (ETMN).

APASIH IMUNISASI?
Imunisasi dibagi menjadi dua, yaitu :
  • Imunisasi pasif : Pemindahan/transfer antibodi ke dalam tubuh.
  • Imunisasi aktif : Tindakan untuk merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh dengan cara memasukkan vaksin yang berisi antigen (kuman/bagian kuman yang dilemahkan atau dimatikan) yang berfungsi untuk merangsang terbentuknya kekebalan dalam tubuh.

MENGAPA IMUNISASI DIPERLUKAN?
  • Menghasilkan kekebalan(imunitas) 
  • Infeksi alamiah akan menimbulkan kekebalan 
  • Imunisasi meniru kejadian infeksi alami 
  • Tubuh membentuk kekebalan melalui pertahanan non spesifik & spesifik 
  • Mencegah penyakit yang menyebabkan kematian & kecacatan 
  • Memenuhi kewajiban hak anak

APA DAMPAK APABILA ANAK TIDAK DIIMUNISASI?
  • Anak tidak mempunyai kekebalan terhadap mikroorganisme ganas (patogen) 
  • Anak dapat meninggal atau cacat sebagai akibat menderita penyakit infeksi berat 
  • Anak akan menularkan penyakit ke anak/dewasa lain 
  • Penyakit tetap berada di lingkungan masyarakat

TUJUAN IMUNISASI
  • Pencegahan perorangan dari penyakit tertentu (intermediate goal)
  • Mencegah penularan penyakit
  • Menurunkan kejadian penyakit (epidemiologi penyakit berubah)
  • Eradikasi penyakit (final goal) 


Nah, itu beberapa informasi yang mama Wie ketahui dan dapat mama Wie berikan ke kalian semua pembaca setia blog mama Wie. Informasi diatas mama Wie dapatkan diacara “TEMU BLOGGER PEKAN IMUNISASI DUNIA TAHUN 2019” yang kemarin mama Wie hadiri di Wyndam Hotel, Jakarta. Acara yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dari beberapa acara yang diadakan oleh Kemenkes dalam rangka peringatan Pekan Imunisasi Dunia tahun 2019.

LATAR BELAKANG PEKAN IMUNISASI DUNIA
World Immunization Week/Pekan Imunisasi Dunia diprakarsai pada Sidang Kesehatan Dunia (World Health Assembly) Mei 2012. Waktu pelaksanaan yaitu minggu ke 4 bulan April setiap tahunnya. Pekan Imunisasi Dunia telah dilaksanakan di lebih dari 180 negara, termasuk Indonesia.

TEMA PEKAN IMUNISASI DUNIA 2019
GLOBAL : “Protected Together: Vaccines Work!”
NASIONAL: “Imunisasi Lengkap, Indonesia Sehat”
PID Nasional tahun 2019 dilaksanakan pada tgl 23-30 April 2019.

Selain acara Temu Blogger, Kementrian Kesehatan juga memiliki rangkaian acara lain diantaranya :
  1. Lomba karya tulis oleh jurnalis pada bulan Maret – M2 April 2019
  2. Lomba karya tulis ilmiah oleh profesi pada Februari –M1 April 2019
  3. Lomba mewarnai dan story telling tentang imunisasi di sekolah – sekolah pada bulan Maret April di Provinsi DKI Jakarta
  4. Peringatan Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2019 pada tanggal 23 April 2019
  5. Mobilisasi massa seperti melakukan senam sehat dengan latar belakang musik jingle imunisasi di fasilitas umum lapangan kantor Dinas Kesehatan, Puskesmas atau lapangan terbuka. Kegiatan ini diharapkan dilakukan serentak diseluruh daerah pada akhir pekan setelah puncak perayaan Pekan Imunisasi Dunia 2019 – Tanggal 26 April 2019 – Daerah
  6. Jalan Sehat bersama keluarga (peserta siswa/I Sekolah Dasar/Madrasah/Sederajat dan keluarga, Guru, dll) di Lapangan Monas tanggal 28 April 2019
  7. Temu Ilmiah Bersama IDAI pada tanggal 30 April 2019

Inilah rangkaian acara yang diadakan Kemenkes, mari sama-sama kita rayakan Pekan Imunisasi Dunia 2019.
Informasi lanjut kalian bisa akses di :

0 komentar:

Posting Komentar