Sabtu, 23 Maret 2019

PSORIATIC ARTHRITIS (PsA) DAN ANKYLOSING SPONDYLITIS (AS)



Halo teman-teman, sudah lama rasanya Mama Wie tidak berbagi informasi dengan kalian semua. Kali ini Aku ingin berbagi informasi tentang penyakit Psoriatic Arthritis (PsA) dan Ankylosing Spondylitis (AS). Senang sekali rasanya hari Kamis (21/3) kemarin aku berkumpul kembali bersama rekan blogger setelah lama tak berjumpa. Kami berkumpul di Double Tree Hotel, Jakarta bersama Novartis, dr. Rudy Hidayat, Sp.PD-KR ( spesialis rheumatology ), dr. Adhiyatma Prakasa Gunawan ( pasien AS ), dan drg. Rio Suwandi ( pasien PsA ) dalam acara “Agen Biologi sebagai Perawatan Inovatif untuk penyakit Psoriatic Arthritis (PsA) dan Ankylosing Spondylitis (AS)”.

TENTANG NOVARTIS
Novartis diciptakan pada tahun 1996 melalui penggabungan Ciba-Geigy dan Sandoz. Novartis dan perusahaan-perusahaan pendahulunya berasal dari lebih dari 250 tahun yang lalu, dengan sejarah yang kaya dalam mengembangkan produk-produk inovatif. Dari awal dalam produksi pewarna kain sintetis, perusahaan yang akhirnya menjadi Novartis bercabang menjadi penghasil bahan kimia dan akhirnya obat-obatan.
Misi kami adalah menggunakan inovasi berbasis sains untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan masyarakat yang paling menantang. Kami menemukan dan mengembangkan perawatan terobosan dan menemukan cara baru untuk memberikannya kepada sebanyak mungkin orang. Kami juga bertujuan untuk memberikan pengembalian pemegang saham yang memberikan penghargaan bagi mereka yang menginvestasikan uang, waktu, dan gagasan mereka di perusahaan kami.

TENTANG PSORIATIC ARTHRITIS (PsA)

Psoriatic Arthritis (PsA) merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel dan jaringan yang sehat. Respons imun yang abnormal tersebut menyebabkan peradangan pada persendian serta kelebihan produksi sel-sel kulit. Baik pria maupun wanita memiliki risiko yang sama terkena PsA. Umumnya, PsA menyerang seseorang yang berusia antara 30-50 tahun. Jika seseorang memiliki orang tua yang mengidap PsA, menambah kemungkinan tiga kali lipat untuk mereka terkena penyakit yang sama.
Sampai saat ini Psoriatic Arthritis (PsA) masih belum diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, para ahli menduga faktor genetik dan sistem kekebalan tubuh kemungkinan memainkan peran besar dalam menentukan seseorang terkena PsA. Baik PsA maupun AS memiliki kecenderungan penderitanya positif terhadap gen HLA-B27. Selain itu, faktor lingkungan juga diduga dapat menyebabkan seseorang terkena PsA.

Gejala Penyakit PsA :
  • Kulit kering
  • Masalah sendi
  • Nyeri hanya di satu sisi tubuh
  • Jari-jari membengkak
  • Nyeri telapak kaki
  • Kerusakan kuku jari tangan dan kaki
  • Mudah lelah
  • Masalah mata
  • Kecacatan terutama pada jari-jari

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa PsA adalah pemeriksaan fisik, tes radiologi, tes laboratorium, dan pemeriksaan gen HLA B-27.

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan psoriasis arthritis. Pengobatan yang diberikan kepada penderita hanya bertujuan untuk menekan peradangan pada sendi, sehingga dapat mengurangi nyeri dan mencegah kecacatan.
Obat-obatan yang biasanya diberikan adalah:
  • Imunosupresan, untuk menekan respon sistem kekebalan tubuh pasien yang tidak terkontrol.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dapat meredakan nyeri dan mengurangi peradangan.
  • Penghambat TNF-alpha, untuk mengurangi rasa nyeri, pembengkakan sendi, dan kekakuan pada saat bangun tidur.
  • Obat antirematik modifikasi-penyakit (DMARD), yang mampu memperlambat berkembangnya psoriasis arthritis dan menghindari kerusakan permanen pada persendian dan jaringan tubuh lain.
  • Beberapa obat baru seperti apremilast, ustekinumab, dan secukinumab dapat meredakan gejala-gejala psoriasis arthritis.

Beberapa tindakan berikut dapat juga dilakukan dalam penanganan psoriasis arthritis:
  • Terapi panas dan dingin.
  • Injeksi steroid, untuk mengurangi peradangan secara cepat.
  • Penggantian sendi. Sendi yang sudah rusak parah akibat psoriasis arthritis akan diganti dengan sendi buatan melalui pembedahan.


TENTANG ANKYLOSING SPONDYLITIS (AS)

Ankylosing Spondylitis adalah penyakit kronis yang menyebabkan tulang belakang mengalami peradangan. Penyakit ini juga bisa membuat ruas tulang belakang melebur sehingga penderita sulit bergerak dan menjadi bungkuk. Jika Ankylosing Spondylitis sampai menyerang tulang rusuk, penderitanya akan mengalami kesulitan bernapas.
Fakta mengungkap bahwa Ankylosing Spondylitis lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan, yaitu tiga banding satu. Penyakit ini bisa terjadi di segala usia, tapi umumnya mulai berkembang pada masa remaja atau dewasa awal (sekitar usia 20 tahunan).
Kemunculan Ankylosing Spondylitis biasanya ditandai dengan rasa nyeri atau kaku di leher, punggung bawah, tulang rawan di antara tulang dada dan tulang rusuk, serta nyeri di panggul. Kondisi ini umumnya dirasakan pada waktu bangun tidur atau setelah berdiam dalam suatu posisi selama sekian waktu.

Diagnosis awal Ankylosing Spondylitis dibuat berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Untuk menegakkan diagnosis, dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti:
  • Pemeriksaan darah. Dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda peradangan yang terjadi di bagian tubuh tertentu. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya peradangan, pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter ortopedi (dokter spesialis tulang dan sendi).
  • Pemindaian. Dilakukan untuk memeriksa kondisi tulang belakang dan tulang panggul pasien. Pemindaian dilakukan dengan foto Rontgen, MRI, atau USG.
  • Pemeriksaan genetik. Dilakukan untuk memeriksa apakah pasien memiliki gen HLA-B27, atau memiliki kelainan genetik lain.
  • Penanganan Ankylosing Spondylitis biasanya dengan olahraga, fisioterapi, obat-obatan, dan operasi.


Sejalan dengan misi dari Novartis Indonesia,pada tahun 2017 Novartis meluncurkan SECUKINUMAB, terobosan pengobatan baru dalam perawatan penyakit psoriosis dan masuk ke dalam Formularium Nasional.saat ini, BPOM telah menyetujui indikasi baru bagi Secukinumab untuk juga dapat menjadi alternatif PsA dan AS. Novartis juga berkomitmen untuk memperluas akses terhadap obat-obatan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Novartis juga tersedia baik di dalam maupun di luar JKN.

Semoga apa yang kali ini Mama Wie berikan dapat bermanfaat untuk kalian semua pembaca setia blogku. Jangan lupa jaga kesehatan ya, karena sehat itu sangat mahal.

0 komentar:

Posting Komentar