Jumat, 21 Desember 2018

HIV AIDS, ADA OBAT ADA JALAN


Laki-laki itu bernama Wesli, seorang penderita HIV karena tertular dari jarum suntik. Beliau yang sudah mengkonsumsi Narkoba sejak kelas 2 SMP ini akhirnya sadar dan peduli dengan kesehatan diri sendiri. Alasan nya sih sederhana karena beliau ingin melihat anaknya tumbuh besar.

Yups penyesalan memang selalu datang belakangan. Tapi bersyukurnya saat ini beliau ingin berubah dan bertaubat daripada tidak sama sekali. Suasana LP Cipinang Senin, 17 Desember 2018 seketika langsung hening begitu laki-laki bertubuh kurus ini bercerita pengalaman hidupnya sampai beliau harus terkena HIV.

Bahkan aku sedikit merasakan haru karena beliau cerita kalau keluarga menjauhinya karena sudah lelah dengan sikap beliau. Sehingga beliau berjuang untuk terlepas dari barang haram tersebut agak sulit. Tapi karena niat dan kesungguhan akhirnya beliau bisa lepas dari barang haram yang tidak ada manfaatnya tersebut. Beliau bahkan bersyukur kalau anak dan istrinya tidak tertular HIV karena beliau rutin mengkonsumsi obat ARV.

ARV adalah ANTIRETROVIRAL yaitu obat untuk para penderita HIV. Karena HIV itu seperti penyakit kronis yang dapat dikelola seperti Diabetes dan Hipertensi. Dalam peringatan hari AIDS se-dunia tahun 2018 di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta Senin (17/12) kemarin Direktur PML dan Kalapas Narkotika Cipinang berbincang bersama para bloggers.


Disini di jelaskan pula kalau tidak ada perbedaan perlakuan antara penderita HIV dengan narapidana lainnya, semua diperlakukan sama. Bahkan saat ini di lapas narkotika cipinang jumlah kematian karena HIV menurun, sejak tahun 2008 angka kematian turun menjadi 30 dan tahun ini angka kematian hanya 3 orang, hal ini dikarenakan para narapidana yang masuk ke dalam LP Cipinang langsung di test, apakah menderita HIV atau tidak sehingga penanganan nya lebih awal.

Jadi seperti yang sudah aku jelaskan disini kalau HIV itu ada obatnya, yuk kita semua merangkul orang-orang yang terkena HIV dengan cara memberikan pengetahuan kalau HIV ada obatnya sehingga para Odha bisa tetap berprestasi di bidang nya. Bahkan yang terpenting kita harus jauhi virusnya bukan penderitanya, karena HIV hanya bisa tertular dengan beberapa cara, yaitu :
  • Hubungan Seksual
  • Berbagi Jarum Suntik
  • Produk Darah dan Organ Tubuh
  • Ibu Hamil Positif HIV ke Bayinya

Kenapa aku bilang jauhi virusnya bukan penderitanya? Karena HIV tidak akan menular dengan :
  • Ciuman
  • Pelukan
  • Sentuhan
  • Alat Makan Bersama
  • Penggunaan WC Bersama
  • Gigitan Nyamuk
  • Tinggal Serumah

Terpukul juga aku yang baru tahu kalau ternyata penularan HIV itu bukan karena sentuhan karena yang aku tahu dulu kalau ada yang terkena HIV sebaiknya kita jauhi karena nanti bisa tertular. Tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, akhirnya sekarang aku tahu kalau yang harus kita jauhi tuh virus nya bukan penderitanya.

Bahkan HIV tuh sekarang sudah ada obatnya, dengan rutin mengkonsumsi obat ARV setiap hari bagi penderita beliau bisa tetap bertahan hidup dan berkarya seperti kita. Bagi para Odha tetap semangat, jangan menyerah karena sekarang #adaobatadajalan, jangan bosan minum obat karena para penderita Hipertensi dan Diabetes pun mereka sama harus minum obat setiap hari.

Sedangkan bagi kita yang sehat yuk jauhi virus HIV, cegah penularan nya dengan tidak berganti-ganti pasangan, berbagi jarum suntik, pastikan donor darah dengan aman dan bagi ibu penderita HIV minum obat ARV agar tidak menular kepada janin yang di kandungnya. Karena sehat itu mahal jadi jagalah kesehatan dimulai dari diri sendiri dan saat ini.

24 komentar:

  1. Kemarin juga baca di IG story salah seorang influencer, kalau obat penahan HIV ini bahkan bisa dengan mudah dicari. Katanya bisa ada di puskesmas juga bahkan

    BalasHapus
  2. Iya mba bersyukur sekarang HIV udah ada obatnya

    BalasHapus
  3. Saya salut dengan pengidap HIV yang masih bisa berbagi cerita dengan orang lain agar tidak terkena dampak dari penyakit tersebut

    BalasHapus
  4. Saatnya membantu ODHA makin pulih dan kembali bisa hidup normal seperti yang lainnya ya

    BalasHapus
  5. Seneng banget bacanya.. Alhamdulillah ya.. penyakit yang selama ini paling mematikan sudah ada obatnya. Kehadiran ARV atau ANTIRETROVIRAL sebagai obat untuk para penderita HIV semoga sebagai solusi untuk penyakit kronis lainnya dapat segera ditemukan obatnya.

    BalasHapus
  6. Kemenkes memang harus gencar sosialisasikan tentang ini ya Mba
    Semoga ada acara serupa di daerah lainnya
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  7. Semangat, optimis bagi penderita HIV ya... Insya Allah ada jalan, Insya Allah ada obatnya yaaa.... Terima kasih sharingnya mbaa

    BalasHapus
  8. Wah aku pun baru tau ternyata penularan virus HIV Aids bukan dari sentuhan ya.. mba tulisan ini membuka wawasan aku tentang penyakit yang mematikan ini.

    BalasHapus
  9. Penyesalan memang belakangan. Tetapi dia pribadi hebat bahwa dirinya ODHA

    BalasHapus
  10. nah bagus nih informasinya. jadi HIV aids emang gak nular lewat alat makan bersama ya. kebanyakan kan pada takut karena ini, apalagi sampe isu sentuhan kulit bisa menularkan. thank mba sadewi infonya.

    BalasHapus
  11. Penyebaran HIV/AIDS paling banyak katanya sih dari penggunaan jarum suntik yang biasanya digunakan pecandu narkoba atau seks bebas. Tapi semakin ke sini ternyata, ibu rumah tangga baik-baik pun bisa terkena. Makanya disarankan pada tes HIV untuk pencegahan. Lega juga sih waktu dengar HIV/AIDS sudah ada obatnya. Jadi ada harapan baik buat ODHA ya, Mbak

    BalasHapus
  12. Saya dulu pernah mewawancarai seorang wanita yang terkena HIV karena tertular dari almarhum suaminya. Saat menikah lagi dengan orang yang juga punya HIV lalu dia hamil, dia takut setengah mati anaknya bakal tertular HIV.
    Alhamdulillah dengan rutin konsul dan konsumsi obat ARV ini anaknya negatif HIV lho, dan setiap tahunn dia rutin chek darah dirinya, suaminya dan anaknya. meski dia dan suaminya positif HIV, anaknya tetap negatif tuh. terakhir ketemu sih anaknya sudah berusia diatas 5 tahun.

    Jadi terinspirasi banget sama ceritanya, perjuangannya. Mereka orang-orang hebat!

    BalasHapus
  13. Saya pernah dengar dan baca2 kalau dengan pengobatan ARV rutin para ODHA bisa produktif. Tp proses penyembuhan pasti juga ga lepas dari segenap dukungan org terdekat dan masyarakat ya

    BalasHapus
  14. Wah aku baru banget tau kalau ternyata ada obatnya. Karena setahuku malah nggak ada obatnya. Jadi ada harapan ya untuk teman-teman positif HIV

    BalasHapus
  15. Kak, itu minum obatnya selamanya atau dalam jangka waktu tertentu hingga sembuh total?

    BalasHapus
  16. Banyak kasus ttg hiv yg aku, dan ya.. setiao kasus akan beda cerita. Kadang ada rasa salut buat yg bertahan untuk hidup apalagi kalau terkena karena tdk sengaja. Tapi kadang aku kg tutup mata kalau terkenanya krn kesalahan sendiri.

    BalasHapus
  17. Jadi ini ada obatnya ya, aku kira ga ada mba. Bener penderita HIV itu bukan untuk dihindari ya, coba untuk dirangkul, supaya semangat juga.

    BalasHapus
  18. Semoga satu hari nanyu ada obat yang benar benar bisa menyembuhkan HIV

    BalasHapus
  19. mbaaa, artikelmu menyentuh dan informatif banget, semoga perkembangan obat ini makin baik setiap saatnya ya ...

    BalasHapus
  20. Pengidap HIV jika diberi semangat akan mempercepat pemulihannya dan semangat hidupnya.
    Wesli yang semangat dan optimis semoga dikaruniakan kesehatan dan kekuatan untuk memberi kekuatan kepada yang lainnya.

    BalasHapus
  21. Jujur ya mba, aku memang ngeri banget klo denger hiv. Dan benar aku ngeri dekat2 dgn penderita hiv. Ternyata gak akan menular dari air liur ya...

    BalasHapus
  22. Ya Alloh, kasiah bener. Udah divonis HIV dari 2 SMP. Masih untungnya, Welsi nggak putus harapan ya. Pengalaman-pengalaman dia kena HIV juga cara dia bangkit dan bertahan bisa dibagikan ke orang lain untuk pembelajaran hidup.

    BalasHapus
  23. Semoga edukasi tentang HIV/AIDS bisa terus dilakukan supaya ODHA bisa berobat dan masyarakat lebih tahu tentang HIV/AIDS

    BalasHapus