Jumat, 12 Oktober 2018

GRAND LAUNCHING APLIKASI SIPINDO POWERED BY SMARTSEEDS


Siapa sih yang tidak suka makan? Semua pasti suka makan baik makan untuk hidup atau hidup untuk makan. Tapi pernahkah kita berfikir makanan yang kita makan itu darimana? Kalau aku sih tahunya bahan makanan yang aku makan dan olah menjadi makanan beli di pasar. Padahal sebelum sampai di pasar bahan makanan seperti sayuran, cabai dan sejenisnya di tanam lalu di panen oleh para petani.
📷 by google

Tapi kadang kita tidak pernah memikirkan kesana, yang kita tahu bahan makanan di jual di pasar dan kita membelinya. Bahkan kita akan marah apabila sayuran harganya tinggi padahal kita tidak tahu penyebab sayuran menjadi mahal kenapa? Bisa jadi karena curah hujan atau kultur tanah yang kurang bagus sehingga para petani gagal panen yang menyebabkan sayuran tersebut hanya sedikit sedangkan kebutuhan meningkat jadilah harga sayuran naik.
📷 by Riza

Untuk memudahkan para petani, hari ini Jumat (12/10) tepatnya di Panti Perwira, Balai Sudirman diluncurkan penambahan fitur terbaru pada Aplikasi SIPINDO (Sistem Informasi Pertanian Indonesia) . Aplikasi berbasis android ini merupakan salah satu upaya ERWINDO memanfaatkan teknologi guna memenuhi kebutuhan petani sayuran berdasarkan pengalaman lebih dari 25 tahun pada pengembangan bisnis benih hortikultura di Indonesia.

SIPINDO sudah diluncurkan sejak April 2017 lalu hanya saja saat ini menghadirkan fitur baru dalam aplikasi Sipindo SMARTseeds yang diharapkan mampu memberikan jawaban untuk membantu para petani dalam menyelesaikan masalah yang sering dihadapi.

Aplikasi ini sudah dimanfaatkan lebih dari 14.000 petani dan diharapkan pada akhir tahun 2019 nanti dapat dimanfaatkan serta membantu 100.000 petani. Peluncuran penambahan fitur terbaru pada aplikasi SIPINDO ini terjadi antara perusahaan benih sayuran PT East West Seed Indonesia (EWINDO) yang lebih dikenal dengan “Cap Panah Merah” bersama mitra dalam konsorsium G4AW SMARTseeds. Yang bertujuan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Indonesia.

Fitur baru ini antara lain berisi prediksi cuaca dengan resolusi spasial hingga 5 kilometer, rekomendasi kandungan hara tanah berdasarkan hasil tes laboratorium dan rekomendasi pemupukan. Bahkan informasi yang diberikan berbasis lokasi (location specific data) sesuai dengan lahan pertanian berada.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian RI Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, MT

Direktur Perlindungan Tanaman Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI Ir. Sri Wijayanti Yusuf

Petani dari malang yang sudah menggunakan aplikasi

Acara ini dihadiri oleh :
  • Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian RI Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, MT
  • Direktur Perlindungan Tanaman Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI Ir. Sri Wijayanti Yusuf
  • Kantor Staf Presiden
  • BAPPENAS
  • Kementerian Kesehatan
  • Kedutaan Besar Belanda
  • Akademisi
  • NGO
  • Perusahaan-perusahaan pertanian
  • Perwakilan petani binaan EWINDO di seluruh Indonesia

Menurut Managing Director EWINDO, Glenn Pardede “Hari ini kami meluncurkan beberapa fitur baru dalam aplikasi SIPINDO Powered by SMARTseeds. Fitur ini diharapkan mampu membantu petani memprediksi cuaca secara lebih detail, memberikan informasi rekomendasi pemupukan sebagai dasar pemupukan dan juga panduan memilih jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah. Peluncuran aplikasi ini sekaligus menjadi wujud semboyan kami yakni menjadi sahabat yang paling baik untuk petani.”

Bahkan fitur-fitur baru yang disajikan juga menghadirkan data secara realtime dan akurat. Dengan begitu petani bisa langsung mengakses informasi yang dibutuhkan seperti : mengetahui tingkat kesuburan tanah agar lebih hemat dalam menggunakan pupuk, serta mendapat informasi mengenai perkiraan cuaca hingga harga dan tren permintaan komoditas di pasaran.

Bukan hanya itu saja pada aplikasi ini petani dapat memperoleh informasi seputar tata cara penanganan hama dan penyakit tanaman, pola dan musim tanam, estimasi waktu panen dan perkiraan jumlah produksi, perkiraan iklim dan cuaca, hingga forum jual beli hasil panen dari pedagang pasar tradisional serta ritel modern untuk mengantisipasi permainan harga oleh para tengkulak.

Tapi saat ini fitur rekomendasi pemupukan baru bisa dinikmati oleh petani di Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Lampung. Sedangkan untuk wilayah lainnya sedang dalam proses pengembangan. Berbeda dengan firur pemupukan, untuk fitur prediksi curah hujan sudah bisa dinikmati di seluruh wilayah Indonesia yang berada di bawah garis katulistiwa.

Bukan hanya para petani saja yang bisa memanfaatkan aplikasi Sipindo Powered by SMARTseeds ini tapi bermanfaat juga bagi penyuluh pertanian dan pedagang. Keuntungan bagi para mitra penyuluhan ini adalah mendapatkan informasi yang dibutuhkan petani sehingga dapat meminimalisir kesalahan dalam menganalisa suatu masalah yang dihadapi yang kemudian segera memberikan solusi serta penyuluhan dengan cepat dan tepat kepada masing-masing petani. Untuk pedagang sendiri dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk mencari dan membeli produk-produk pertanian sesuai kebutuhan mereka dari petani langsung.

Kees de Ruiter, Regional Manager dari ICCO Cooperation Asia Tenggara yang merupakan project leader dari konsorsium SMARTseeds mengatakan, “Melalui konsorsium kemitraan ini, kami berupaya menyediakan layanan informasi pertanian berbasis data yang akurat dan sesuai dengan lokasi lahan petani. Ini adalah pencapaian baru dan kontribusi kami dalam pengembangan SIPINDO melalui fitur SIPINDO Powered by SMARTseeds. Kami berharap layanan informasi pertanian ini menjadi dukungan yang bernilai bagi petani hortikultura Indonesia sehingga mereka mampu meningkatkan produksi secara lebih efektif sekaligus lebih efisien dalam merespon tantangan baru seperti perubahan iklim.”

Semoga dengan adanya aplikasi digital ini volume perdagangan produk pertanian dapat meningkat dan memberikan keuntungan yang lebih baik untuk pelaku agribisnis di bidang hortikultura. Menurut data Kementerian Pertanian, Produk Domestik Bruto (PDB) sub sektor hortikultura pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp 142,46 triliun atau meningkat 159% dibanding PDB tahun 2010.

Bahkan di sisi penyerapan tenaga kerja, pada tahun 2025 secara on farm sub sektor hortikultura diproyeksikan akan menyerap 6,4 juta tenaga kerja dengan penyerapan terbesar dari usaha sayuran sebesar 68,5%. Apabila diperhitungkan secara keseluruhan maka penyerapan tenaga kerja dari sub sector ini akan mencapai 19,7 juta jiwa atau meningkat 170% disbanding tahun 2014. Dengan ini SIPINDO Powered by SMARTseeds resmi diluncurkan.

“Aplikasi SIPINDO Powered by SMARTseeds yang semakin lengkap dengan fitur-fitur barunya diharapkan mampu mendorong petani dan pelaku industri agribisnis hortikultura untuk meningkatkan produktivitasnya serta meningkatkan kontribusi sub sektor hortikultura untuk PDB dan devisa Negara,” tambah Glenn.


Aku jadi penasaran dan langsung mendownload SIPINDO pada smartphone, pada menu utama ada :
  • Artikel
  • Urban Farming
  • Cara bertanam yang baik
  • Rencana penanaman
  • Jual beli sayur
  • Perbarui harga sayurmu


Aku mencoba buka menu artikel dan coba membaca salah satu artikel yang berjudul “Percantik Rumah dengan Tanaman Hidroponik” disini juga kita di ajarkan langkah-langkah menanam tanaman hidroponik. Ah senang nya aku jadi bisa praktekan menanam tanaman hidroponik di rumah nanti.

Pasti para petani jauh lebih sejahtera dengan adanya aplikasi ini sehingga hasil panen nya jauh lebih baik dan pastinya kita para konsumen di untungkan karena dengan banyak nya hasil panen sehingga harga nya tidak mahal tapi kualitasnya bagus.

0 komentar:

Posting Komentar