Kamis, 02 Agustus 2018

BENARKAH BPJS KESEHATAN MENGURANGI PELAYANAN NYA????


Tahu dong yah yang lagi viral saat ini tentang BPJS Kesehatan? Tentang operasi katarak yang sudah tidak di cover BPJS lagi, tentang bayi baru lahir juga tidak di cover BPJS, sampai dengan fisioterapi juga sudah tidak di cover BPJS Kesehatan. Apa karena BPJS Kesehatan menurunkan standar pelayanan nya saat ini? Kenapa diturunkan pelayanan BPJS Kesehatan kalau dulunya kita sebagai masyarakat di wajibkan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan?

Semua pertanyaan itupun muncul di kepala aku apalagi dulu aku salah satu pengguna asuransi InHealth yang dari awal pemeriksaan kandungan ke dokter kandungan di rumah sakit selalu di cover sedangkan sekarang BPJS kita diharuskan periksa kandungan di faskes pertama dulu tidak boleh langsung ke rumah sakit apabila tidak diperlukan.
Ngopi bareng BPJS Kesehatan

Tapi lama kelamaan aku paham kenapa demikian karena yah memang klinik bersalin atau faskes pertama pun cukup kompeten untuk pemeriksaan kehamilan tanpa perlu kita antri ke rumah sakit. Untuk menjawab pertanyaan diatas yang sedang viral itu, kemarin aku berkesempatan untuk ngopi bareng bersama BPJS Kesehatan.
Narasumber yang hadir di acara Ngopi Bareng BPJS Kesehatan

Acara yang dilaksanakan setelah makan siang di Cafe Cerita ini membahas tentang “Penjaminan Pelayanan Kesehatan” yang dihadiri oleh :
  1. Nopi Hidayat – Kepala Humas BPJS Kesehatan
  2. Agus Pambagio – Pengamat Kebijakan Publik
  3. Chazali Situmorang – Pengamat Asuransi Kesehatan
  4. Budi Mohammad Arief – Diputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan

Sebenarnya peraturan yang mengatur penjaminan pelayanan operasi katarak, bayi baru lahir serta rehabilitasi medic merupakan langkah BPJS Kesehatan untuk memastikan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien dengan tetap memperhatikan keberlangsungan Program JKN – KIS.

Menurut Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Bapak Budi Mohammad Arief, “Faktanya BPJS Kesehatan tetap menjamin biaya persalinan, operasi katarak dan rehabilitasi medik. Hanya saja, kami ingin menyempurnakan sistem yang sudah ada agar pelayanan kesehatan bisa berjalan lebih efektif dan efisien, serta memperhatikan kemampuan finansial BPJS Kesehatan.”

Hal ini dilakukan karena sebelumnya BPJS Kesehatan sudah melakukan analisa pelayanan kesehatan berbiaya tinggi pada tahun 2017 lalu, diantaranya pelayanan jantung, kanker, cuci darah, termasuk pembiayaan bayi baru lahir yang mencapai 1,17 triliun, katarak 2,65 triliun dan rehabilitasi medik sebesar 965 miliar.

BPJS Kesehatan sama sekali tidak mengatur ranah medis. Misalnya dalam kasus bayi baru lahir sehat. Kami setuju bahwa semua kelahiran harus mendapatkan penanganan yang optimal dari tenaga medis. Namun mekanisme penjaminan biaya untuk bayi sehat dan bayi yang sakit atau butuh penanganan khusus, tentunya berbeda,” kata Budi.

Peraturan yang dibuat ini bukan untuk menghilangkan manfaat pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta JKN – KIS hanya saja disesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini dan ini terbukti dengan peraturan yang menegaskan pentingnya standar pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN – KIS.

Misalnya untuk rehabilitasi medis seperti fisioterapi tetap bisa dilakukan hanya saja kuantitas nya dikurangi karena biasanya hanya perlu 3 kali fisioterapi kita sudah bisa merasakan perubahan pada tubuh kita. Fisioterapi sendiri dalam 1 minggu bisa dilakukan selama 2 kali sehingga apabila di hitung dalam 1 bulan kita bisa 8 kali fisioterapi.

Menurut data sampai dengan tanggal 01 Agustrus 2018 terdapat 200.290.408 jiwa penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta JKN – KIS termasuk aku dan keluarga. Sedangkan dalam memberikan pelayanan kesehatan, sampai dengan akhir Juli 2018, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.365 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.418 rumah sakit dan klinik utama, 1.579 apotek dan 1.081 optik.

Semoga kedepannya mitra fasilitas kesehatan juga dapat menjadikan efektivitas dan efisiensi sebagai prinsip utama dalam memberikan pelayanan kesehatan. Jika hal ini diimplementasikan dengan optimal, maka seluruh pihak akan merasakan masing – masing benefitnya.

Peserta JKN – KIS seperti aku puas karena terlayani dengan baik, fasilitas kesehatan kian sejahtera dan program JKN – KIS dapat terus sustain berputar memberi manfaat dan meningkatkan derajat kesehatan penduduk Indonesia.

Karena aku benar-benar merasakan manfaat yang didapatkan dengan menjadi peserta JKN – KIS ini. Dulu waktu almarhum papa masih hidup dan harus dirawat karena sakit jantung semuanya terbantu oleh BPJS Kesehatan. Begitupun dengan mama yang saat ini masih sering kontrol ke rumah sakit karena penyakit diabetesnya.
Foto bersama di acara BPJS Kesehatan
Semoga kita selalu sehat teman

Walaupun menjadi peserta JKN – KIS tapi aku selalu berharap agar aku, keluarga dan teman-teman selalu dalam keadaan sehat karena kesehatan adalah rezeki yang luar biasa yang harus selalu kita syukuri setiap saat. Semoga yang membaca artikel ini selalu sehat dan apabila sedang sakit Allah angkat penyakitnya serta penyakit itu sendiri sebagai penggugur dosa kita. Amien Allahumma Amien.


27 komentar:

  1. Semoga kedepannya BPJS kesehatan bisa memberikan pelayanan penuh untuk kesehatan.

    BalasHapus
  2. Semoga bpjs kesehatan ke depnnya gak ribet dengan urusan rujukan, terutama untuk pasien gawat dan lansia kasian kudu mondar mandir kesana kemari..

    BalasHapus
  3. Aku dulu ada usulan agar BPJS Kesehatan juga memberikan reward kepada mereka yang selalu sehat sehingga pesertanya termotivasi untuk selalu sehat.

    BalasHapus
  4. tulisan kayak gini nih yang aku cari, butuh banget informasi ttg BPJS. Makasih mba :)

    BalasHapus
  5. Informasi yang melegakan. Memang kadang banyak yang baca sepotong sudah membuat kesimpulan... 😁😁😁

    BalasHapus
  6. Nah, ini bermanfaat biar infonya ga simpang siur ya. Trims inilah fungsi bloggers !

    BalasHapus
  7. makasih infonya ya mbak. Daripada kena hoax, lebih baik langsung tanya ke BPJS Kesehatan.

    BalasHapus
  8. Ah iya sempet terlibtas juga di kepala soal pelayanan BPJS bener ga sih dikurangin? Makasih infonya ya

    BalasHapus
  9. Nah kalau di WAG grup.nggak boleh asal baca judulnya ya tetapi harus detail baca informasinya secara lengkap. Karena komen asal aja bisa hoax kan.

    BalasHapus
  10. Semoga kita semua sehat selalu ya,, jujur saja BPJS ngebantu banget beberapa kali operasi selalu pakai bpjs dan aku harap ga terpakai lagi tuh bpjs *sehatt selalu hehe.

    BalasHapus
  11. duh aku kalo ngomongin BPJS nih suka rada sensitif deh mba. Pas awal muncul program ini bagus bange, kemudian banyak masyarakat yg awalnya bayar karena ada sesuatu, misal ada rencana mau operasi katarak. after operasi, mereka stop bayar. banyak loh yg bgni, skarang ternyata BPJS gak cover beberapa layanan yg dulu id cover, hmm jadi gimana gitu ya utk orang yg rajin membayar.

    BalasHapus
  12. Daku juga merasakan pernah berobat dengan BPJS kesehatan, dan alhamdulillah lancar, yang penting ikuti rulesnya

    BalasHapus
  13. dari jaman aku melahirkan dulu, ada beberaoa rumah sakit yang tidak meng cover bayi baru lahir ko, termasuk rumah sakit tempat aku melahirkan. Sekarang malah sudah resmi tidak di cover yah.

    BalasHapus
  14. Kasian kalau sampai diberhentikan. Rakyat kecil banyak menderita katarak

    BalasHapus
  15. kemarin aq juga baru tahu berita yang tentang bayi baru lahir juga tidak di cover BPJS, teryata maksudnya di lihat case dulu yah mbak dewi, bila ada penyakit atau kelainan kemungkinan cover bpjs akan berkurang atau tidak ada sama sekali gitu yah ? bener gak sih mbak ???

    thanks sharingnya mbak, bermanfaat sekali

    BalasHapus
  16. Semua sudah ada aturan dan ketentuannya. Pastinya, walau kita menjadi pemegang bpjs, jkn-kis. Menjaga kesehatan tetap yg paling utama ya mba sadew. Setuju bgt sama prinsipnya mba sadewi nih. Sehat tetap yg utama.

    BalasHapus
  17. Berobat jaman sekarang emang berasa banget, apalagi kalau gak punya BPJS atau asuransi aduh itu kalau pas ada yang sakit siap-siap deh. Tapi saya belum pernah mempergunakan kartu BPJS (baru banget dibuat) lebih sering menggunakan asuransi kantor suami. Terima kasih ya mbak untuk sharingnya

    BalasHapus
  18. semoga BPJS pelayanannya semakin baik. Sehat selalu ya!

    BalasHapus
  19. memang sangat perlu BPJS sosialisasi programnya

    BalasHapus
  20. Semoga pelayanan BPJS menjadi lebih baik dan prosedur nya tidak berbelit2, kadang kasihan liat antriannya panjang dan bahkan ada yg sampai nginep dari malam sebelumnya

    BalasHapus
  21. Sebagai pengguna BPJS, kuberharap layanannya makin luas dan sistemnya makin lancar.

    BalasHapus
  22. BPJS kesehatan membantu masyarakat mendapat layanan kesehatan

    BalasHapus
  23. BPJS sangat bermanfaat cuma sistemnya perlu terus ditingkatkan dan pelayanannya juga harus diperbaiki. Karena masih banyak dengar keluhan untuk pelayanan yang kurang baik

    BalasHapus
  24. Nggak kok. Aku udah operasi, dirawat 2x, tunanganku dirawat, kakek nenekku operasi katarak, semuanya pakai BPJS dan pelayanannya bagus-bagus banget

    BalasHapus
  25. Aku baru tahu informasi ini. Makasih informasinya mbak. Semoga BPJS makin hari makin bagus pelayanannya. Karena emang ngefek banget kok dgn adanya BPJS ini.

    BalasHapus
  26. Mmmm gtuuuuu.... Semiga bpjs selalu sabar melayani negeri dan semakin baikkk

    BalasHapus
  27. Aku suka pake BPJS, semoga pelayannya semakin bagus ya

    BalasHapus