Rabu, 01 Agustus 2018

ANMUM #MUMTOMUM DARI IBU UNTUK IBU


Memiliki buah hati adalah kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sayangnya begitu dikabarkan hamil aku belum cukup siap mental sehingga mengakibatkan Rafa (anak laki-laki pertama kami) pergi meninggalkan kami. Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, aku mulai mencoba mempersiapkan kehamilan kedua dengan persiapan mental dan fisik.

Cukup terpukul kehilangan Rafa, tapi kehidupanku harus tetap terus berjalan. Mungkin benar sekali kalau orang bilang kita akan merasakan sesuatu atau seseorang itu berharga kalau kita sudah kehilangan untuk selamanya, itu yang benar-benar aku rasakan. Butuh waktu hamper 3-4bulan aku menata kembali hidupku setelah kepergian anak laki-laki yang sangat tampan ini.

Bersyukurnya aku diberikan suami, keluarga dan lingkungan yang selalu mensupport. Belajar dari pengalaman hamil Rafa aku mencoba mempersiapkan kehamilan kedua dengan lebih baik. Ini dimulai dengan aku mencoba mengkonsumsi sayuran, buah-buahan dan susu persiapan kehamilan yang awalnya aku tidak suka itu semua.

Tapi karena aku tidak ingin egois sehingga pelan-pelan aku terbiasa mengkonsumsi makanan sehat dan susu persiapan kehamilan. Ternyata Allah SWT maha baik, tidak perlu waktu lama aku dianugerahi janin di dalam kandunganku kembali. Subhannallah betapa sangat bersyukurnya aku diberikan kepercayaan kembali untuk bisa mengandung.

Berbeda dengan kehamilan Rafa yang rentan dan lemah, kandungan kedua aku sangat kuat bahkan saat itu aku masih bekerja di salah satu perusahaan swasta di daerah Cikarang. Setiap hari aku naik kendaraan umum ke tempat kerja karena kebetulan rumahku di daerah Bekasi dan dulu belum ada kendaraan online.

Tapi kehamilan kedua aku ini sangat menyenangkan, tidak ada mual dan muntah sehingga makanan apa saja masuk ke dalam perut. Bahkan perubahan fisikpun tidak terlalu terlihat, tidak ada pembengkakkan pada kaki dan tubuh yang umumnya terjadi pada wanita hamil sampai aku dikatakan hamil “kebo” hamil yang doyan apa saja.

Begitu terus selanjutnya sampai usia kehamilanku memasuki usia 9bulan. Begitu terakhir periksa ke dokter kandungan sebelum 1 minggu HPL ternyata aku mendapatkan kabar yang mengejutkan yaitu anak dalam kandunganku sunsang sehingga diharuskan operasi Caesar. Karena dari kecil aku termasuk orang yang takut dengan jarum suntik sehingga aku tetap ingin lahiran secara normal bagaimanapun keadaannya.

Tapi dokter kandungan menjelaskan segala resiko apabila bayi sunsang dipaksakan lahir normal akan berakibat fatal. Di situ aku merasa duniaku runtuh karena aku takut Caesar  tapi aku juga tidak ingin kejadiaan Rafa terulang lagi untuk anak kedua. Ternyata untuk menjadi ibu itu butuh perjuangan yang luar biasa.

Begitu sampai di rumah aku mencoba sujud, mengajak bicara anakku yang masih di dalam kandungan untuk berputar agar kita bisa sama-sama sehat, lancar, normal bertemu di dunia yang tinggal menghitung hari. Anakku memang baik, dia bisa mengerti suara hati ibunya yang takut dengan operasi sehingga dia berputar dan akhirnya pada tanggal 30 September 2012 pukul 8.30 Haidar Ali Mulyadi lahir ke dunia dengan persalinan normal.

Persalinan normal sendiri bukan hal yang mudah karena bukaan demi bukaan luar biasa nikmatnya belum lagi vagina aku yang harus digunting untuk mempermudah anak laki-laki kedua aku ini lahir ke dunia. Tangis bahagiaku pecah di saat Haidar diletakkan di dada ku untuk IMB, bersyukur yang tak terhingga aku di anugerahi anak laki-laki yang sangat tampan ini.

Karena persalinan normal, Haidar pun sehat sehingga kami bisa pulang ke rumah dalam waktu 2hari ke depan dan diharuskan control 1minggu setelah itu. Bersyukur tanpa henti aku memiliki suami dan keluarga yang sangat mensupport bahkan mama selalu memasakkan makanan yang sehat untuk memperlancar ASI ku, sehingga ASI ku sangat lancar dan Haidar bisa aku berikan ASI.

1 minggu kami kembali control ke dokter, seperti tersambar petir di siang bolong ketika dokter mengatakan bilirubin Haidar tinggi sehingga di haruskan untuk rawat inap di Rumah Sakit. Air mata menetes deras dari mataku seakan tidak percaya kalau aku harus dipisahkan lagi oleh Haidar.

Melihat aku lemah dan berurai air mata, suami dan mama ku mendekati sambil berkata kalau aku tidak boleh sedih karena kalau aku sedih Haidar juga akan sedih. Trauma yang cukup berat kehilangan Rafa sehingga membuatku tidak mengizinkan Haidar di rawat, aku menandatangi surat dokter yang bertanggung jawab penuh atas Haidar.

Sesampainya di rumah aku mencoba searching dan mendengarkan kata mama, kalau anak kuning tuh kurang minum ASI dan kurang terkena sinar matahari. Mendengar itu aku mulai rajin membangunkan Haidar untuk terus minum ASI dalam 30menit sekali, serta setiap pagi aku rajin menjemur Haidar di bawah sinar matahari pagi.

Mengurus Haidar dengan bantuan mama membuat aku merasa sangat terbantu bahkan di saat Haidar tidurpun aku di suruh istirahat. Bukan hanya mama tapi suamiku, papanya Haidar pun sangat membantu, dia selalu membuatkanku susu khusus ibu menyusui setiap pagi dan malam hari. Selalu menyiapkan air putih di samping tempat tidur karena di saat menyusui aku merasakan haus yang luar biasa.
Haidar yang sudah masuk TK

Dengan banyaknya support yang diberikan membuatku bisa memberikan ASI Eksklusif selama 6bulan untuk anak laki-laki yang sekarang sudah masuk TK ini. Setelah berhasil ASI Eksklusif selama 6bulan aku lanjutkan ASI sampai umur 2tahun, karena dulu di kantor belum ada ruang untuk pumping ASI sehingga aku mempumping di musholla lalu aku bekukan di dalam frezzer untuk aku bawa pulang nanti.

Begitu sampai di rumah aku selalu berusaha menyusui Haidar secara langsung agar dia tidak lupa dengan putting, karena bagiku bisa memberikan ASI secara langsung membuat perasaan aku jauh lebih bahagia serta mendekatkan bonding antara kami.

Tidak semulus yang diharapkan, di saat sedang memberikan ASI tiba-tiba Haidar menggigit puting dan rasanya luar biasa, membuat lecer, berdarah bahkan sampai meriang. Tapi karena keinginanku yang luar biasa besar untuk bisa memberikan ASI selama 2tahun aku berusaha mencari informasi di internet bagaimana mengobati putting lecet/luka dan obat apa yang bagus dan aman untuk busui.

Karena bagiku ASI adalah makanan terbaik untuk anak, sebisa mungkin aku akan memberikan hak anak untuk mendapatkan ASI selama 2tahun. Banyak cerita tentang pengalaman menjadi ibu sampai memberikan ASI yang luar biasa kalau aku ceritakan semua tidak aka nada ujungnya karena memang luar biasa banget menjadi ibu. Menjadi ibu tidak ada sekolahnya, menjadi ibu tidak ada belajarnya dan menjadi ibu tidak ada buku panduannya jadi kita belajar sendiri bersama anak.

Tapi saat ini dengan perkembangan digital yang begitu pesat, Anmum meluncurkan Platform Digital Mum To MuM. Platform Anmum MuM To MuM ini diluncurkan dalam rangka menyambut hari ASI sedunia yang jatuh pada tanggal 01 – 07 Agustus  setiap tahunnya.


Para pembicara #MuMToMuM

Acara kemarin yang bertemakan ungu-ungu lucu ini dihadiri oleh beberapa pembicara, antara lain :
Platfrom digital #MuMToMuM

  • Rohini Behl, Technical Marketing Advisor, PT Fonterra Brands Indonesia
  • DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan RSAB Harapan Kita
  • Ines Yumahana Gulardi, MSc., Senior Nutrition Manager, PT Fonterra Brands Indonesia
  • Rinni Wulandari, penyanyi dan ibu dari Nord Kiano Julian, 5 Bulan

Peluncuran platform #MuMToMuM ini sangat membantu para ibu untuk berbagi dan bertanya masalah kehamilan dan menyusui karena support dari lingkungan dan komunitas pun sangat berpengaruh penting bagi para ibu.

Anmum #MumToMum
Untuk masuk dan bergabung di platform MuM To MuM sendiri sangat mudah kita hanya perlu membuka website www.anmum.co.id lalu klik info lengkap, klik gabung sekarang dan isi data diri moms disana. Bukan hanya itu saja disana pun banyak informasi yang sangat membantu untuk para moms.

“Kami memahami bahwa faktir nutrisi dan psikologis berperan penting, karena itu Anmum melalui #MuMToMuM menyediakan platform online untuk mendukung ibu dalam pemenuhan nutrisi dan sisi emosional.” Ungkap Rohini Behl.

Anmum #MuMToMuM

Anmum #MumToMum memberikan dukungan emosional dan psikologis dari ibu untuk ibu selama perjalanan luar biasa mereka, termasuk menyusui. Lengkap sudah Anmum menemani para ibu, selain memberikan nutrisi yang sempurna untuk ibu dan buah hatinya tapi sekarang memberikan banyak informasi yang dibutuhkan oleh para ibu saat hamil sampai menyusui.
Foto bersama #MuMToMuM
Untuk para ibu seperti aku yuk gabung di Anmum #MumToMum kita berbagi pengalaman disini, daripada pengalaman hanya kita simpan sendiri lebih baik pengalaman itu kita bagikan kepada para ibu lainnya agar lebih bermanfaat.

Bahkan tahun ini aku berencana menambah momongan lagi karena Haidar usianya sudah mau 6tahun sangat bersyukur sekali dengan di luncurkannya #MumToMum ini. Untuk nutrisi persiapan kehamilan sendiri aku mengkonsumsi Anmum Materna yang rasa cokelat tapi tadi aku mencoba rasa terbarunya Anmum yaitu strawberry white chocolate rasanya enak banget, tidak terlalu manis dan lebih enak lagi di sajikan secara dingin dengan ditambah es batu.

30 komentar:

  1. Memang keren platform #MumToMum ini...Salut dengan Anmum Indonesia untuk idenya. Semoga makin banyak ibu di Indonesia yang termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif di 6 bulan pertama sampai dua tahun usaia bayi.

    BalasHapus
  2. Mba, aku terharu bacanya. Btw kedua anaku juga pernah kuning dan harus disinar di RS. Alhamdulillah sekarang sehat sehat.. Kaka haidar ganteng juga sehat sehat yaa smoga cepet punya adek.. Hehe. Sekarang juga enak ya ada wadah seperti MumToMum dari Anmum ini agar bisa menginspirasi mums lainnya..

    Www.inkaparamita.com

    BalasHapus
  3. Wah selamat hari ASI sedunia. Menjadi Ibu dan kegiatan menyusui memang perlu dukungan dari sekeliling. Salam mba Sadewi:)

    BalasHapus
  4. Salut ada platform #MumtoMum. Selain berbagi seputar ASI mungkin juga bisa pengetahuan lain seperti tentang Retinopatri Prematuritas. Keponakan saya tidak bisa melihat karena ketika lahir prematur. Fasilitas di Kalimantan Selatang belum memadai kurang lebih sepuluh bulan yang lalu. Menurut dokter di Jakarta padahal ada inkubator yang bisa mencegah hal tersebut.

    BalasHapus
  5. Ayolah jgn direncanakan aja, segera diprogram lagi atuh biar haidar bs punya temen di rumah hehe

    BalasHapus
  6. jadi inget masa2 hamil dan menyusui dulu, salah satu susu yang aku konsumsi ya AnMum ini :)

    BalasHapus
  7. emang penting banget sih digital platform buat buibu saling dukung dan support satu sama lain ya. supaya enggak merasa sendirian dan jadi lebih bahagia menjalani peran sebagai ibu.

    BalasHapus
  8. Semoga lancar program anak ke dua mak Dewi. Dijaga asupannya bjar sehat ibu dan calon bayinya. Kalau ragu seputar isu kehamilan atau menyusui udah gampang ada Anmum MumToMum ya.

    BalasHapus
  9. Jadi tahu y mba tumbuh kmebang anak memang bner ditentukan dr kehamilan unyungnya ada anmum ya aku juga minum ini waktu hamil dn mnyusui

    BalasHapus
  10. MasyaAllah, sehat2 selalu ya Haidar sholeh. InsyaAllah kakaknya Haidar jadi tabungan mba dan suami kelak ya. Aamiin

    BalasHapus
  11. Dulu waktu istri hamik, rutin minum Anmum

    BalasHapus
  12. AnMum memang bagus banget ya, apalagi informasi tentang kehamilan dan meyusui juga lengkap sekali disana. Dan semoga dilancarkan ya mbak untuk anak keduanya

    BalasHapus
  13. terharu baca ceritanya mbak... tapi momen melahirkan emang momen terbaik seorang ibu.. nggak pernah nyesel deh jadi ibu..

    BalasHapus
  14. Ibuku dulu melahirkan aku dan adikku dua-duanya sungsang mba. Tapi alhamdulillah bisa normal dua-duanya.

    BalasHapus
  15. Anmun emang minuman susuu favorit nih mbak >,< rasanya juga enak, hihihi

    BalasHapus
  16. huhuhu... baca cerita kehamilan sampai melahirkan memang deg-degan dengan berbagai drama. Sebagai orang tua baru butuh support dari sesama ortu supaya kuat mengasuh anak. Mum to Mum ini memfasilitasinya, ya.

    BalasHapus
  17. Perjuangan banget ya mbak buat ibu yang hamil dan melahirkan. Apalagi menyusui dengan ASI ekslusif. Beruntunglah semua terlewati dengan lancar.

    BalasHapus
  18. wah Alhamdulillah Haidar tumbuh jadi anak sehat ya sekarang.
    Seru banget platform Anmum nya, ada basis communitynya juga ya jadi mama mama baru bs sharing disana

    aku siy personally suka banget Anmum..beda rasanya dengan susu sejenis lainnya..lebih enaakkk

    BalasHapus
  19. Momen melahirkan memang tak akan pernah terlupakan buat aku yang melahirkan 2 anak ini makanya patut surga ada dibawah telapak kaki ibu ya...

    BalasHapus
  20. mbak dewi sama nih ma aq, kantornya gak menyediakan ruang pumping, kalo dulu aq pumping diruang meeting..

    mbak dewi, kalo sdg tidak hamil atau blm ada baby ttp bisa join #MuMToMuM gak ?

    BalasHapus
  21. Waktu hamil juga minum anmum walau jarang-jarang. Karena memang tidak suka susu ��

    BalasHapus
  22. Mbaa, terharu baca ceritanya. Semoga semua ibu dan calon ibu bisa selalu sehat demi buah hatinya :))

    BalasHapus
  23. Nggak hanya anak ya, tapi ibunya juga harus ternutrisi supaya semakin maksimal tumbuh kembangnya yah

    BalasHapus
  24. Judulnya di balik-balik ya mom. sampai bingung. hahaha btw asi itu memang penting, apalagi platfom mum to mum bisa sangat membantu ya. tepuk tangan buat para ibu

    BalasHapus
  25. semoga Haidar lekas punya adik ya :)

    BalasHapus
  26. Wah..Anmum ada aplikasinya juga ya. Jadi makin gampang deh klo butuh info seputar kesehatan ya.

    BalasHapus
  27. Ini susu aku waktu hamil nih.ada aplikasinya juga ya sekarang.

    BalasHapus
  28. dedek Haidar lucu gitu berbaju kuning dengan pose minya dipoto lagi dan lagi kinda look. hehhe

    BalasHapus