Selasa, 26 Juni 2018

TAHLILAN MENGENANG 100 HARIAN ALM. PAPA

100harian Alm. Papa

100hari sudah papa meninggalkan kami istri, anak, menantu dan cucu. Tapi kami percaya papa sudah ada di tempat kembalinya yang kekal dan sudah bahagia disana. Tunggu kami disana yah pa Abunandar Bin H. Subagio di surga Allah. SWT semoga kita bisa berkumpul disana nanti. Amien.

Tahun ini benar-benar tahun terberat bagi kami sekeluarga karena melewati puasa dan lebaran tanpa papa. Suasana lebaran yang ceria dan penuh suka cita tapi tetap terasa hampa dan sedih di hati kami dan keluarga. Papa yang pada bulan Februari lalu sempat umroh bersama mama membelikan kami seragam untuk di pakai saat lebaran.
Lebaran pertama tanpa papa

Pasti papa bisa melihat dari sana kalau kami lebaran kemarin memakai baju seragam yang papa belikan saat umroh kemarin. Mungkin papa sudah memiliki firasat, kenapa harus membeli baju lebaran berwarna hitam? Apakah kita berduka tahun ini? Tapi memang benar tahun ini kami berduka tanpa adanya papa.

Hari ini kami menggelar tahlilan untuk memperingati 100harian laki-laki yang mengajarkan aku tentang bagaimana menjadi istri yang harus patuh kepada suami. Aku mungkin bukan anak yang patuh, nurut, selalu mendengarkan kata-kata papa, bisa dibilang aku yang paling sering beda pendapat dengan papa dibalik itu semua aku sayang sekali sama papa dan aku yakin papa pun sangat menyayangi aku.

Papa yang mengajarkan aku banyak hal mulai dari kemandirian hingga kurangi sikap boros. Bahkan laki-laki yang hobi minum kopi hitam ini selalu mengajarkan anak-anak nya untuk bersilaturahmi dengan saudara. Laki-laki yang masih suka merokok ini walaupun sudah sakit tetap menjadi papa terbaik untukku.

Acara 100harian papa hari ini sangat ramai sekali di hadiri para ibu-ibu pengajian serta Ust. Fachrul Rozi sebagai penceramah. Ust. Fachrul Rozi yang sangat disukai papa ini menyampaikan kalau papa di saat berangkat umroh kemarin sempat memeluk beliau, menangis, meminta maaf yang ternyata tangisan itu menjadi tangisan terakhir papa.

Dalam ceramahnya hari ini beliau menyampaikan kita semua akan menyusul papa, beliau pun yakin kalau papa adalah orang yang bertakwa karena ciri-ciri orang bertakwa ada di papa, yaitu :
Beriman, Mempercayai dan Membenarkan akan adanya yang gaib. Maksudnya beriman, mempercayai dan membenarkan akan adanya yang gaib, antara lain :

  1. Harus meyakini bahwa ketika jenazah di antarkan ke alam kubur maka disitu tibalah jenazah sendirian. Akan ada pertanyaan dua malaikat disana.
  2. Nikmat dan siksa kubur dengan iman padahal kita belum mencoba nikmat/siksa kubur itu sendiri.
  3. Hari kebangkitan, dimana kita akan dibangkitkan kembali di alam lain yang kekal.


Pesan beliau satu lagi yaitu apabila di malam pertama di alam kubur, kita sebagai keluarga sebaiknya jangan tertawa dan menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang kurang baik karena alam kubur adalah tempat yang pertama kita selamat di alam akhirat. Kalau malam pertama kita bisa melewati dengan baik insya allah ke alam selanjutnya kita akan lewati dengan baik pula begitupun sebaliknya. Jadi lebih baik keluarga mendoakan di malam pertama jenazah di makamkan.

Tugas aku saat ini adalah menjaga mama dan adik-adik serta mendoakan papa di setiap doa aku serta menyiapkan segala sesuatu untuk menyusul papa nanti. Kami menyiapkan amal dan bekal untuk hidup di alam sana karena di dunia hanya sementara. Kita mempunyai baju sebagus apapun tapi apakah kita sudah menyiapkan kain kafan untuk kita bawa nanti?

Walaupun mendengarnya agak menakutkan tapi memang harus kita siapkan karena di dunia hanya sementara. Di dunia ini kita mempunyai keluarga, harta, jabatan dan amal tapi begitu meninggal kita hanya di antar oleh :
  • Keluarga, tapi begitu meninggal kita akan ditinggalkan setelah masuk ke liang lahat.
  • Harta, mobil dan motor ikut ke makam tapi setelah kita di kubur harta kita tidak akan ikut bersama kita.
  • Amal, inilah yang akan tetap bersama kita di alam kubur.


Jadikan alam dunia menjadi ladang untuk kita berbekal di alam yang abadi nanti. Saat ini papa hanya membutuhkan doa dari kami anak-anak, cucu sholeh/sholehah. Aku pun mungkin masih suka lalai melaksanakan kewajiban tapi sebisa mungkin setelah sholat aku mendoakan papa walaupun hanya Al-Fatihah atau doa kedua orang tua. Semoga kami menjadi anak-anak papa yang sholeh/sholehah yang bisa menyelamatkan papa disana. Amien.

Doakan kami juga disini semoga selalu diberikan kesehatan, panjang umur, bisa menjaga dan membahagiakan mama serta di tetapkan iman islam kami sampai saatnya tiba kami kembali menyusul papa. Kami semua sayang papa, tenang disana yah pah, Allah ampuni dosa papa, dijauhkan dari siksa kubur serta diterangi kuburnya. Amien Allahumma Amien. Al - Fatihah Bapak Abunandar Bin H. Subagio.

18 komentar:

  1. Turut berduka ya, Mba.
    Semoga Papa-nya dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan kuat.

    BalasHapus
  2. Smg almarhum papa diterima di sisi-Nya. Sbg anak, wajib utk mendoakan ya

    BalasHapus
  3. turut berduka cita mbak dewi, semoga almarhum khusnul khotimah dan keluarga mbak dewi diberikan kesabaran dan keikhlasan...

    BalasHapus
  4. Doa yg terbaik untuk ayahanda ya mba sadewi. Insya Allah tenang di surga-Nya. Aamin.

    BalasHapus
  5. turut berduka mbak... semoga pelajaran berharga dari beliau terkenang sepanjang hayat...

    BalasHapus
  6. :( kok aku jd sedih.. semoga segala amal dan ibadahnya tetep mengalih ke ayah ya kak

    BalasHapus
  7. Al fatehah buat alm papamu ya Sade. Semoga keluar makin ikhlas. Kita juga hanya tunggu waktu atas ketetapanNya semua.

    BalasHapus
  8. semoga kuat dan tabah ya mbak

    BalasHapus
  9. Smoga almarhum khusnul khatimah, Amin

    BalasHapus
  10. Semoga diampuni dosanya dan dilapangkan kuburnya. Begitu juga untuk kita kelak, aamiin

    BalasHapus
  11. Turut berduka cita ya mbak, semoga almarhum papanya mendapat tempat terbaik di sisiNya aamiin

    BalasHapus
  12. innalillahi wainailahi rojiun ... semoga beliau tenang di sisi-Nya ya.

    BalasHapus
  13. doa anak soleh soleha akan terus menemani orangtua, semoga Alm. Papa kak dewi bahagia karena memiliki anak keturunan yang baik dan soleh soleha ya kak.

    BalasHapus
  14. turut berduka cita ya...doa anak yang sholeh/sholehah yang ditunggu mereka.

    BalasHapus
  15. Semoga papa tenang di alam sana ya. Dan amalannya diterima oleh Allah SWT.

    BalasHapus
  16. Turut berduka cita mbak. Jadi ingat almarhum bapak juga. Para ayah itu lelaki tangguh untuk anak istrinya ya. Al-Fatihah untuk para ayah yang sudah tiada.

    BalasHapus
  17. Turut berduka cita ya kak, semoga almarhum khusnul khotimah.

    BalasHapus
  18. Al fatihah untuk ayahanda mbak Dewi ya..semoga khusnul khotimah

    BalasHapus