Rabu, 06 Juni 2018

INDONESIA BEBAS SAMPAH PLASTIK DENGAN #BIJAKBERPLASTIK

Sebelum puasa aku biasanya mengajak mama dan keluarga besar untuk makan bersama di luar, kebetulan kami memilih pergi ke restoran junkfood karena Haidar ingin mendapatkan mainan dengan membeli menu makanan di restoran tersebut. Begitu menerima menu pesanan kami langsung mencari tempat duduk. Di saat aku sedang membagikan menu makanan yang terdiri dari nasi, ayam goreng dan minuman kok aku merasa ada yang kurang.

makan bersama sebelum puasa tanpa adanya sedotan plastik

Kira – kira apa yang kurang yah? Nah aku langsung ingat kok minumannya tidak diberikan sedotan plastik, apa pelayan nya lupa atau memang sedang habis sedotan plastik di restoran tersebut. Dengan dipenuhi rasa penasaran aku langsung menanyakan kepada pelayan restoran tersebut dan ternyata bukan habis ataupun lupa tapi sekarang memang sudah tidak menggunakan sedotan plastik guna mengurangi sampah plastik di Indonesia.

Mungkin program ini seperti program yang dulu Pemerintah canangkan dengan membayar 200 rupiah untuk plastik yang kita gunakan saat belanja di supermarket atau minimarket. Program baik yang dibuat tentunya akan berjalan dengan baik dengan adanya dukungan dari seluruh kalangan masyarakat  termasuk aku dan kalian. Bahkan harus dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah plastik 100%  pada tahun 2025 mendatang.
komitmen sosial Danone - AQUA #BijakBerplastik

Ternyata banyaknya sampah plastik membuat Danone – AQUA peduli dengan mengumumkan peneguhan komitmennya untuk mempelopori upaya mengatasi sampah plastik pada tanggal 05 Juni 2018 kemarin yang bertepatan dengan hari Lingkungan Hidup serta mengundang seluruh masyarakat Indonesia bergabung dalam Gerakan #BijakBerplastik. Tiga komitmen Danone – AQUA, yaitu :
  1. Danone – AQUA berkomitmen untuk mengumpulkan sampah plastic lebih banyak dari volume yang kami gunakan dari lingkungan Indonesia pada tahun 2025
  2. Danone – AQUA berkomitmen memimpin kampanye nasional untuk edukasi daur ulang dan menggerakkan program pengetahuan daur ulang di 20 kota besar di 2020
  3. Danone – AQUA berkomitmen membuat seluruh kemasan plastiknya dapat di daur ulang 100% dan untuk meningkatkan proporsiplastik daur ulang di botol kami sebesar 50% pada 2025
Sambutan Ibu Corine TAP #BijakBerplastik

Acara peneguhan #BijakBerplastik yang di laksanakan di Hotel Raffles, Ciputra Word 1 dibuka dengan sambutan dari Presiden Direktur PT. Tirta Investama (Danone – AQUA) Corine Tap, menurut beliau sudah banyak program bersama mitra yang berhasil untuk mengumpulkan dan mengelola sampah plastic. “Saat ini, Danone – AQUA telah menyediakan 2/3 air yang diproduksi melalui gallon yang digunakan kembali. Lebih dari setengah botol PET yang kami gunakan telah dikumpulkan dan di daur ulang menjadi botol baru, atau diolah dalam bentuk lain yaitu tekstil. Tetapi kami memutuskan bahwa inilah saat yang tepat untuk berinvestasi lebih besar dan melakukan upaya yang lebih serius. Selain dengan komitmen yang telah kami tetapkan, kami juga ingin memulai sebuah gerakan #BijakBerplastik yang melibatkan masyarakat Indonesia untuk berkontribusi membangun sebuah budaya baru, yaitu daur ulang dan kesadaran serta keterlibatan dalam menjaga lingkungan.”

kaos ini hasil dari daur ulang sampah plastik #BijakBerplastik



Danone – AQUA bahkan mendapatkan sertifikat B – Corp, sebagai Perusahaan FMCG pertama yang mendapatkan penghargaan internasional ini serta diakui sebagai perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial dengan melibatkan masyarakat. Selain masyarakat Danone – AQUA juga mengajak para mitra dan asosiasi untuk bekerjasama. Mitra dan asosiasi yang ikut bekerjasama antara lain :
  • H & M
  • Packaging Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE)
  • ADUPI
  • Universitas
  • LSM
  • Pemerintah Indonesia
sambutan Bapak Novrizal #BijakBerplastik

Hadir juga perwakilan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yaitu Bapak Novrizal Tahar di acara #BijakBerplastik ini. Ibu Menteri juga mengapresiasi yang sangat tinggi kepada Danone – AQUA ini dengan apa yang dilakukan agar membuat sesuatu yang lebih baik lagi dalam memperlakukan sampah. Peningkatan transisi sampah plastik dari tahun 2005 - 2016 meningkat dari 11% sekarang 16% dan ini terjadi karena perubahan perilaku kita, misalnya membuang sampah plastik sembarangan atau membuang sampah plastik ke sungai.

Setelah sambutan dari Ibu Corine dan Bapak Novrizal acara dilanjutkan dengan dialog bersama :
  • Karyanto Wibowo, Direktur Pembangunan Berkelanjutan Danone Indonesia
  • Ujang Solihin Sidiq, Kepala Subdit Barang dan Kemasan KLHK
  • Nanik Hendriyati Anugerahadi, Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan IPTEK Maritim Kemenko Kemaritiman RI
  • Enri Damanhuri, Ahli Sampah ITB
  • Nadine Candrawinata, Pegiat Lingkungan

Apabila kita bisa memilah milih limbah plastic pada tahun lalu bisa dijadikan untuk campuran aspal, bahkan 1km jalan membutuhkan sekitar 3 – 3,5 ton kantong plastic kresek tapi masalahnya kita belum mengetahui bahwa kantong plastik itu sangat bermanfaat apabila bisa di daur ulang dan dimanfaatkan.

Disini siapa yang suka membawa tas belanja sendiri apabila ke swalayan? Dengan membawa tas belanja sendiri kita bisa mengurangi penggunaan plastik. Tapi kadang aku juga suka lupa bawa tas belanja kalau ke swalayan, yah kalaupun kita tidak bisa tidak menggunakan plastik sama sekali paling tidak kita bisa mengurangi dan bijak menggunakan plastik. #BijakBerplastik sendiri terdiri dari :
  1. Kurangi pemakaian plastik yang tidak perlu
  2. Gunakan Kembali plastik yang kita pakai sebisa mungkin
  3. Pilah jenis sampah dengan memisahkan plastik yang bisa di daur ulang
  4. Daur Ulang sampah plastikmu dengan memastikannya dapat sampai ke tempat daur ulang
photo di atas selancar plastik #BijakBerplastik

Setelah acara diskusi, kami melanjutkan ke lantai bawah lotte avenue untuk melihat booth edukasi mengenai tahapan pengolahan sampah plastik dan juga instalasi photobooth papan selancar dengan menggunakan sampah plastik. Aku pun sempat naik di papan selancar ini dan seru banget sensasinya selain naik papan selancar kita juga bisa mengetahui sampah plastic kita jadi apa. Nah bagi yang ingin mencoba juga bisa datang ke booth AQUA di lotte avenue mulai tanggal 05-10 juni 2018.

Jadi mulai sekarang yuk kita #BijakBerplastik dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari sampah plastik pada tahun 2025 mendatang.


31 komentar:

  1. Setuju banget dengan #BijakBerplastik sendiri, yang terdiri dari :
    Kurangi pemakaian plastik yang tidak perlu,Gunakan Kembali plastik yang kita pakai sebisa mungkin, Pilah jenis sampah dengan memisahkan plastik yang bisa di daur ulang, Daur Ulang sampah plastikmu dengan memastikannya dapat sampai ke tempat daur ulang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mulai sekarang kita #BijakBerplastik

      Hapus
  2. Aku sih kalau belanja ke swalayan biasanya ngga mau dikasih plastik kalau kayak beli Aqua gitu.Langsung minum, ngapain dikasih plastik lagi. Dulu biasa bawa botol 2 literan karena minimnya banyak, sekarang jarang bawa botol tapi pilih beli 1.5 liter biar ngga berkali beli. Kalau minum di resto seruput aja. Jarang pakai sedotan. Lebih enak selain juga memang ngga suka nambah sampah plastik. Btw, infonya bagus banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dong aku juga kalau beli aqua di jalan yang 1,5 liter.

      Hapus
  3. Wah asik bisa seluncur di botol. Tanya pakai baju dari plastik ,gerah gak ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget pastinya mpo, bahannya adem ga bikin gerah mpo

      Hapus
  4. Wah, sama mbak..
    Waktu makan di fastfood saya juga gak dikasih sedotan. Terobosan bagus sih buat mengurangi sampah plastik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti memang sudah mulai diterapkan #BijakBerplastik

      Hapus
  5. Makin banyak plastik ya . Makanya kita disarankan back to bag ketika belanja kayak zaman ibuku dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah penting banget kan bawa tas belanja untuk #BijakBerplastik

      Hapus
  6. Plastik sampah itu memang sudah parah sih, dimana-mana ada. Udah gitu kan plastik susah terurai bahkan sampai ratusan tahun pun belum tentu bisa terurai. Saat ini keluarga aku sudah mencoba bijak berplastik dengan cara menggunakan tas belanja sendiri kalau belanja bulanan. Kalaupun kami mendapatkan kantung plastik, biasanya dilipat dan disimpan untuk nanti dipakai lagi (entah buat plastik sampah atau untuk bungkus sepatu/sandal).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dimana-mana ada sampah plastik, bisa juga nih dibuat untuk tempat sampah plastiknya

      Hapus
  7. Whuaaa...Kaosnya terbuat dari plastik?
    Iya nih, aku dah membiasakan diri kalo belanja2 pake totte bag, menghindari plastik,hihii..
    Btw, maaf Maaf dan batin yaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget kaos ini terbuat dari sampah plastik, wah sama-sama maaf lahir batin yah

      Hapus
  8. Aku kaget liat foto kaus yang dibuat dari sampah plastik, bisa yaa. Nyaman ga itu dipakainya? Kalau iya dan bagus aku setuju banget bahwa limbah plastik bisa menjadi olahan untuk tekstil, ini kreatif banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyaman banget dan bahannya adem aku udah coba sendiri kaos nya

      Hapus
  9. Surving diatas botol...anjay...

    BalasHapus
  10. iya yuk mari kita kurangin sampah plastik. Kalo mo jajan minuman๐Ÿ› *ASAL USUL NAMA TEMPAT / DAERAH DI JAKARTA*

    Jakarta merupakan Ibu Kota yang punya banyak cerita, legenda.

    1. *Glodok*

    Asalnya dari kata grojok yang merupakan sebutan dari bunyi air yang jatuh dari pancuran air. Di tempat itu dahulu kala ada semacam waduk penampungan air dari kali Ciliwung. Orang Tionghoa dan keturunan Tionghoa menyebut grojok sebagai glodok karena orang Tionghoa sulit mengucap kata grojok seperti layaknya orang pribumi.

    2. *Kwitang*
    Dulu di wilayah tersebut sebagian tanah dikuasai dan dimiliki oleh tuan tanah yang sangat kaya raya sekali bernama *Kwik Tang Kiam*. Orang Betawi jaman dulu menyebut daerah itu sebagai kampung si Kwitang dan akhirnya lama-lama tempat tersebut dinamai Kwitang.

    3. *Senayan*

    Dulu daerah Senayan adalah milik seseorang yang bernama *Wangsanaya* yang berasal dari Bali. Tanah tersebut disebut orang2 dengan sebutan Wangsanayan yang berarti tanah tempat tinggal atau tanah milik Wangsanayan. Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama Wangsanayan menjadi Senayan.

    4. *Menteng*

    Daerah Menteng Jakarta Pusat pada zaman dahulu merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan a.l. pohon buah menteng. Orang menyebut wilayah tersebut dengan nama Kampung Menteng. Pada tahun 1912 dibeli pemerintah Hindia Belanda utk lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda, maka daerah itu disebut Menteng.

    5. *Karet Tengsin*

    Nama daerah yang kini termasuk kawasan segitiga emas kuningan ini berasal dari nama orang Cina yang kaya raya dan baik hati. Orang itu bawa tumblr sendiri, jalo mau jajan makanan bawa tupperware sendiri, kalo belanja bawa tas non plastik sendiri, dll.

    BalasHapus
  11. Keren ya baju pun bisa dari limbah plastik kalau di olah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren dan nyaman pastinya walaupun terbuat dari limbah plastik

      Hapus
  12. wah keren banget, jd salut sama danone ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Danone emang benar-benar keren yah

      Hapus
  13. Sampah plastik itu memang masalah banget. Itu keren loh jadi kaos gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain keren nyaman juga di pakai nya teh

      Hapus
  14. Sampah Plastik butuh waktu lama bisa diurai, jd kita yang musti bijak menggunakannya

    BalasHapus
  15. Dengan kita ikut #bijakberplastik maka kita ikut menjaga kelestarian ekosistem alam, mulai kurangi penggunaan plastik sekali pakai yuk ah.

    BalasHapus
  16. wah keren t shirt bahannya dari plastik!

    iya nih kita harus mulai irit plastik biar lingkungannya ga tambah rusak

    BalasHapus
  17. aku lagi ngebayangin kaos yg terbuat dari daur ulang plastik, kayak gimana itu rasanya ya, tahan air jugakah ? hehe soal bijak berplastik, aku klo belanja prefer pakai tas kain gudibek buat nenteng belanjaan

    BalasHapus
  18. Penggunaan plastik memang seharusnya mulai dikurangi ya, agar sampahnya ga mencemari bumi kita.

    BalasHapus