Jumat, 18 Mei 2018

JKN - KIS MEMBANTU MASYARAKAT INDONESIA

Sebagai peserta BPJS Kesehatan aku merasa beruntung karena beberapa kali aku merasakan langsung manfaat yang di dapatkan sebagi peserta BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan yang sekarang kartunya berubah menjadi JKN-KIS ini sangat membantu aku disaat yang benar-benar tepat. Misalnya saja disaat suamiku sakit usus buntu, harus di operasi sedangkan saat itu kami tidak mempunyai pegangan uang sama sekali. Beruntungnya kami menjadi peserta JKN-KIS jadi kami tidak mengeluarkan uang sedikitpun.
Kartu JKN - KIS keluarga ku

Mungkin bukan hanya aku dan suami yang merasakan manfaat menjadi peserta JKN-KIS tapi banyak juga orang di luar sana yang merasakan nya. Terbukti jumlah peserta JKN-KIS sampai akhir tahun 2017 lalu sebanyak 187,9 juta jiwa. Dan jumlah ini terus meningkat sampai dengan 11 Mei 2018 menjadi 197,4 jiwa. Ini berarti sebanyak 75,64% penduduk Indonesia telah ter-cover jaminan kesehatab lewat JKN-KIS.

Rabu, 16 Mei 2018 bertepat di kantor BPJS Kesehatan Cempaka Putih, BPJS mengundang para media dan blogger untuk hadir di acara ‘PUBLIC EXPOSE BPJS KESEHATAN’ guna menyampaikan Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program Tahun2017. Acara yang digelar sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan ini menjadi ajang saling bermaafan pula. 

Para Pembicara yang Hadir

Hadir sebagai pembicara di acara ini, yaitu :
  1. Maya A. Rusady – Direktur Jaminan Pelayanan  Kesehatan
  2. Wahyuddin Bagenda – Direktur Teknologi Informasi
  3. Kemal Imam Santoso – Direktur Keuangan dan Investasi
  4. Andayani Budi Lestari – Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta
  5. Fachmi Idris – Direktur Utama
  6. Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
  7. Bayu Wahyudi – Direktur Kepatuhan, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga
  8. Mira Angraini – Direktur SDM dan Umum
  9. Mundiharno – Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Resiko

Tahun ini BPJS Kesehatan kembali berhasil mendulang predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang sekarang dikenal dengan istilah Wajar Tanpa Modifikasian (WTM), ke26 jika dihitung sejak periode PT Askes (Persero).

Bahkan BPJS Kesehatan juga dilakukan Audit oleh Mirawati Sensi Idris (MSI) yang berafiliasi dengan Moore Stephens International Limited, laporan keuangan Dana Jaminan Sosial dan BPJS Kesehatan telah disajikan secara wajar dan sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia.
Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris : “Bukan Cuma itu, dari hasil pengukuran Good Govemance Tahun 2017 oleh BPKP, BPJS Kesehatan juga mendapatkan nilai baik, dengan skor aktual 85,63 dari skor maksimal 100.”

Pada tahun 2017 BPJS Kesehatan sendiri sudah bermitra dengan 21.763 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas puskesmas, Dokter Praktek Perorangan (DPP), Klinik TNI/Polri, Klinik Pratama, Rumah Sakit D Pratama dan Dokter Gigi Praktek Perorangan. Serta di tingkat Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 2.268 rumah sakit dan Klinik Utama.

“ Pada Tahun 2017, pemanfaatan di FKTP mencapai 150,3 juta, pemanfaatan di poliklinik rawat jalan rumah sakit sebesar 64,4 juta, dan pemanfaatan rawat inap di Rumah Sakit sebanyak 8,7 juta. Jika ditotal maka ada 223,4 juta pemanfaatan pelayanan kesehatan di seluruh tingkat pelayanan. Artinya, rata-rata pemanfaatan pelayanan kesehatan per hari kalender adalah 612.055 pemanfaatan. Adapun total pemanfaatan dari tahun 2014-2017 adalah 640,2 juta pemanfaatan,” jelas Fachmi.

Sedangkan jumlah pendapatan iuran JKN – KIS yang dikelola BPJS Kesehatan tahun 2017 mencapai 74,25 triliun rupiah. Jika diakumulasikan sepanjang 4tahun, maka total iuran JKN – KIS mencapai 235,06 triliun rupiah. Saat ini ada 12.606 kantor cabang dan 59,937 unit ATM bank mitra BPJS Kesehatan (Mandiri, BRI, BNI, dan BTN) yang siap melayani pembayaran iuran peserta JKN – KIS.

Aku biasanya membayar iuran JKN – KIS melalui jaringan minimarket tapi selain di jaringan minimarket kita juga bisa membayar iuran JKN –KIS melalui internet banking, sms banking, mesin EDC, autodebet, mobile banking, jaringan minimarket, Kader JKN, Kantor Pos, Prgadaian, Aplikasi Go – Jek, Pay Tren dan sebagainya.

Di tahun 2017 sendiri indeks kepuasan fasilitas kesehatan yang melayani pasien JKN – KIS secara total mencapai 75,7%. Khusus ditingkat FKTP, indeks kepuasan mencapai 75,9%, sementara ditingkat FKRTL adalah sebesar 75,2%. Angka-angka tersebut termasuk dalam kategoritinggi dan sesuai angka yang ditetapkan pemerintah.

Bahkan  untuk tingkat kepuasan peserta JKN – KIS tahun 2017 termasuk dalam kategori tinggi yakni sebesar 79,5%. Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI tahun 2017, pada tahun 2016 Program JKN – KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan. Bukan hanya itu JKN – KIS juga telah melindungi 14,5 juta orang miskin dari kondisi kemiskinan yang lebih parah.

Mungkin salah satunya almarhum papa aku yang sudah beberapa kali masuk ruang ICCU karena jantungnya kambuh. Kalau tidak menggunakan BPJS Kesehatan tidak tahu berapa banyak uang yang harus kami keluarkan untuk membiayai RS papa.

Dengan adanya JKN – KIS ini sangat membantu kami dan keluarga lainnya. Semoga kedepan nya kita selalu diberikan kesehatan dan makin banyak yang terbantu dengan adanya JKN – KIS ini.

2 komentar:

  1. Aku pakai BPJS dari tahun 2015 dulu ga kepikiran buat bikin dan jadi peserta , karna masih mikir dengan pendapat orang yang katanya susah pelayanannya, namun waktu itu mendadak harus punya BPJS Kesehatan karna si kecil sakit dan harus di rawat serta masuk ruang ICU mikir ga ada biaya suster pun membantu kasih saran untuk segera buat BPJS Kesehatan, Alhamdulilah yang orang2 bilang susah nyatanya selama ini saya gunakan BPJS Kesehatan lancar dan sangat membantu.

    BalasHapus
  2. Aku daftar bpjs waktu hamil, alhamdulillah biaya persalinan ditanggung bpjs. Semoga bpjs lebih baik lagi

    BalasHapus