KEBUTAAN AKIBAT GLAUKOMA

Pic : Google

Mata adalah jendela dunia, dengan mata kita dapat melihat indahnya dunia. Memiliki penglihatan yang baik, penuh warna dan berbagai bentuk yang unik adalah dambaan semua orang. Karena otak kita memperoleh 83% informasi melalui indera penglihatan (mata). Tetapi tidak semua orang memiliki mata yang baik, beberapa orang mengalami kelainan mata seperti minus, plus dan silinder. Untuk mengatasi kelainan mata tersebut mereka bergantung pada kacamata atau kontak lensa agar dapat melihat lebih baik.

Selain mata minus, plus dan silinder ada juga kelainan mata seperti Glaukoma dan Katarak. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan no.2 di dunia dan Indonesia setelah katarak. Glaukoma adalah penyakit mata dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi, sehingga dapat merusak serabut saraf mata yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak. Kebutaan akibat Glaukoma ini tidak dapat disembuhkan tapi dapat dicegah dengan mengontrol faktor resiko.

Faktor-faktor resiko Glaukoma sendiri antara lain : 
  • Memiliki riwayat anggota keluarga yang terkena glaukoma
  • Berumur diatas 40tahun
  • Memiliki tekanan bola mata tinggi
  • Penderita miopia (kacamata minus) dan hipermetropia (kacamata plus) yang tinggi
  • Pemakai steroid lama dan terus menerus (obat tetes mata, obat inhaler asma dan obat radang sendi)
  • Pernah mengalami trauma pada mata
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes melitus, hipertensi dan migren
Kadang aku juga suka pakai obat tetes mata yang beli di apotik atau toko obat apabila mata aku merah. Mungkin kalau sekali-kali masih aman asal tidak secara terus menerus. Tetapi apabila sudah memakai obat tetes mata selama beberapa hari dan mata kita masih merah sebaiknya segera ke dokter mata.
Glaukoma sendiri ada beberapa tipe menurut mekanismenya, yaitu : 
  1. Glaukoma Primer : sudut terbuka dan sudut tertutup
  2. Glaukoma Sekunder : diabetes, infeksi, trauma, katarak, tumor, dll
  3. Glaukoma Kongenital / Juvenile
  4. Low Tension / Normotension Glaucoma
Kita bisa melakukan skrining mata glaukoma oleh dokter spesialis mata dengan teratur sebagai langkah awal yang baik. Skrining mata bisa dilakukan di RS Mata JEC. Bukan hanya skrining mata saja tapi di JEC kita juga bisa melakukan berbagai check kesehatan mata. Kira-kira siapa sajakah yang disarankan untuk melakukan Eye Check : 
  • Pasien usia 5 tahun keatas
  • Pasien yang belum pernah melakukan pemeriksaan mata
  • Pasien dengan riwayat keluarga menderita penyakit mata
  • Pasien dengan penyakit diabetes, hipertensi atau pengguna obat-obatan steroid lainnya
Ruang lingkup edukasi di dalam program Eye Check sendiri : Katarak, Glaukoma, Retina, Lasik, Children Squint Clinic.
JEC Kedoya sangat lengkap untuk pemeriksaan mata
Pic : Pribadi

Apabila kita ingin memeriksakan mata di JEC Kedoya kita hanya perlu 3 tahapan, yaitu :
  1. Petugas terlatih akan mengambil gambar digital dari bagian depan dan bagian belakang mata kita
  2. Gambar mata akan dibacakan oleh petugas terlatih yang bersertifikasi dalam waktu maksimal 3 x 24jam
  3. Hasil berupa report akan tersedia untuk kita berupa hard copy atau soft copy report yang memunculkan gambar digital mata dan rekomendasi, apakah kita membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis mata
Dengan tahapan yang sangat mudah aku jadi ingin memeriksakan kesehatan mata aku di JEC Kedoya ini bahkan aku juga ingin memeriksakan kesehatan mata Haidar (6tahun) di JEC Kedoya ini. Karena menurut aku mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Tentunya dengan mata yang sehat kita jauh lebih produktif.

Komentar

  1. ini cabang JEC yang di Menteng ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan kak, ini cabang JEC yang di Kedoya

      Hapus
  2. Wah iya mba bener lebih baik mencegah dr pada mengobati.. Periksa lebih awal buat deteksi dini yaaa semoga sehat semua

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer